Abstract :
Kondisi musim di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu musim kemarau dan musim
hujan. Pengaruh perubahan musim di Indonesia dapat menyebabkan perbedaan
konsentrasi klorofil-a di perairan. Klorofil-a adalah salah satu parameter oseanografi
yang bisa digunakan untuk menjadi indikator kesuburan dan kualitas suatu perairan.
Pada penelitian ini dilakukan pengamatan konsentrasi klorofil-a pada musim hujan dan
kemarau menggunakan data citra satelit Aqua Modis dengan menggunakan algoritma
OC3 (Ocean Color 3-Band Ratio) untuk menghitug nilai konsentrasi klorofil-a, dan juga
dilakukan uji ketelitian citra satelit Aqua Modis terhadap data lapangan (In Situ).
Dari hasil analisa didapatkan perbedaan konsentrasi klorofil-a pada musim kemarau
tanggal 1 Mei 2019 dengan nilai 0,422 (mg/m3) ? 1,087 (mg/m3) dan untuk musim
hujan tanggal 1 Desember 2019 dengan nilai 0,511 (mg/m3) ? 1,267 (mg/m3). Daerah
dengan konsentrasi klorofil-a rendah adalah pada perairan pesisir laut dan daerah
dengan dengan konsentrasi klorofil-a tinggi adalah pada perairan tengah laut. Untuk
uji ketelitian citra satelit Aqua Modis didapatkan hasil Normalized Mean Absolute
Error (NMAE) sebesar 10,047 % dan R2 sebesar 0,578. Penelitian ini menunjukan
konsentrasi klorofil-a di perairan Selat Madura termasuk wilayah yang subur di kedua
musim.