Abstract :
Pada tanggal 5 Agustus 2018, terjadi bencana alam gempa bumi di Pulau
Lombok. Akibatnya hampir 75 persen permukiman di Kabupaten Lombok Utara
hancur dan rusak akibat gempa. Untuk mengatasi banyaknya masyarakat yang
tinggal ditenda pengungsian, pemerintah melakukan pembangunan hunian
sementara untuk korban gempa. Pasca gempa tersebut, Pulau Lombok telah
melakukan pembangunan dan proses rekontruksi bangunan akibat gempa bumi.
Oleh karena itu, analisa mengenai perubahan penggunaan lahan pasca gempa
bumi menjadi suatu hal menarik untuk dijadikan sebuah penelitian dengan
memanfaatkan citra satelit dan sistem informasi geografis.
Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penggunaan lahan permukiman
dan perdagangan dan jasa yaitu dengan melakukan klasifikasi interpretasi citra
satelit SPOT-7 resolusi 1.5 meter secara visual yang kemudian dilakukan proses
digitasi citra satelit menggunakan software arcgis sehingga didapatkan data vector
penggunaan lahannya. Dari data vector tersebut, maka dilakukan proses analisa
dengan memanfaatkan sistem informasi geografis metode overlay untuk
mengetahui perubahan luas dan penggunaan lahan yang terjadi.
Dari hasil penelitian didapatkan klasifikasi penggunaan lahan perdagangan dan
jasa seluas 63.615 ha dan permukiman seluas 2568.713 ha pada tahun 2018.
Kemudian tahun 2019 didapatkan klasifikasi penggunaan lahan perdagangan dan
jasa seluas 68.957 ha dan permukiman seluas 2890.160 ha. Dalam penelitian ini
didapatkan luasan perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Lombok Utara
pasca gempa bumi yaitu perdagangan dan jasa seluas 5.343 ha atau 0.007% dan
permukiman seluas 321.447 ha atau 0.4%.