Abstract :
Sistem fotogrametri digital menggunakan data citra atau foto udara.
Fotogrametri digital adalah pemanfaatan foto sebagai sumber data pengukuran objekobjek foto dengan bantuan komputer. Dalam perkembangannya, foto udara dilakukan
menggunakan pesawat tanpa awak yaitu UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Adapun,
hasil foto udara tersebut sudah memiliki metadata berupa koordinat kamera yang
sudah ter geotagging dengan format EXIF. Geotagging merupakan suatu proses
penambahan informasi atau identifikasi geografis pada berbagai macam media, seperti
foto. Atau biasa disebut dengan sebagai koordinat posisi GPS (Latitude, Longitude,
Altitude) dalam sebuah foto digital.
Kemudian untuk menganalisa geotagging (koordinat kamera) tersebut, perlu
dilakukannya proses fotogrametri dengan metode space resection. space resection
menggunakan titik kontrol tanah dan koordinat foto untuk menghasilkan enam
parameter EO yaitu koordinat posisi (X, Y, Z) dan rotasi (omega, phi, kappa). Enam
parameter EO ini yang digunakan untuk menganalisa ketelitian posisi koordinat hasil
geotagging dengan metode space resection.
Analisa ketelitian posisi kamera pada GPS (geotagging) saat terbang dengan
posisi hasil space resection (least square) dari titik kontrol (objek). Didapatkan untuk
koordinat X, Y pada masing-masing foto (00?,00?) dan Z nya < 1m. Serta untuk
ketelitian posisi omega, phi, kappa adalah ? 3? yang berarti posisi kemiringan sudut
foto saat dipotret (kamera) dalam keadaan tegak. Dan ? 3? berupa posisi sudut foto
yang dihasilkan dalam kondisi miring. sesuai perputaran kemiringan omega, phi,
kappa.