Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Arthayani, Ni Made Novita Rizki
Subject
Geodesy Engineering
Datestamp
2022-01-18 01:32:33
Abstract :
Indonesia merupakan negara yang memiliki daratan yang luas. Menurut data KLHK,
pada tahun 2018 menunjukkan bahwa total luas daratan mencapai 187,75 juta ha,
yang terdiri atas lahan berhutan seluas 93,95 juta ha dan lahan tidak berhutan (non
hutan) mencapai 93,80 juta ha. Besarnya lahan berhutan tersebut mengalami
perubahan seperti pengalihfungsian lahan dari hutan menjadi non hutan yang biasa
disebut deforestasi. Deforestasi merupakan kontributor utama perubahan iklim di
mana akan berdampak pada emisi serta cadangan karbon di suatu wilayah. Dalam
perkembangannya, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto yang terletak di Provinsi
Kalimantan Timur mengalami deforestasi dan degradasi hutan akibat maraknya
maraknya kebakaran, perambahan dan pembalakan liar, serta pemanfaatan hutan di
luar ketentuan secara illegal.
Melalui penelitian ini, dilakukan analisis perubahan tutupan hutan dengan Citra
Satelit Sentinel-2 dengan menggunakan metode NDVI (Normalized Difference
Vegetation Index), selanjutnya akan dilakukan perhitungan emisi karbon di wilayah
Taman Hutan Raya Bukit Soeharto menggunakan metode stock-difference dengan
membandingkan perubahan tutupan lahan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto tahun
2018 dan tahun 2020.
Dari hasil pengolahan, didapatkan hasil bahwa terjadi perubahan tutupan hutan
menjadi non hutan (deforestasi) pada tahun 2018 dan 2020 sebesar 12,147 ha dan
hasil perhitungan karbon menunjukkan bahwa terjadi peningkatan cadangan karbon
sebesar 39.514.455,577 ton CO2-eq atau setara dengan 0,04 Gt CO2-eq. Sementara
itu, terdapat penurunan cadangan karbon (emisi) sebesar 15.263.870,19 ton CO2-eq
atau setara dengan 0,015 Gt CO2-eq. Hasil tersebut membuktikan bahwa, semakin
besar angka deforestasi di suatu wilayah, semakin besar juga emisi karbon yang
dikeluarkan, dan semakin besar pula dampak negatifnya bagi kehidupan di Bumi.