Abstract :
Salah satu cara untuk mendapatkan data fotogrametri dengan menggunakan
teknologi pesawat tanpa awak yaitu UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Pada
umumnya UAV dilengkapi dengan GPS navigasi fungsinya agar foto yang
dihasilkan mempunyai koordinat posisi kamera yaitu longitude, latitude, dan
altitude pada setiap foto. Namun, data ketinggian (altitude) yang terdapat pada
foto tersebut mengacu pada datum ellipsoid karena ellipsoid merupakan model
matematis pendekatan bumi. Pada penentuan tinggi bidang geodesi mengacu pada
datum tinggi sebagai bidang level atau permukaan tinggi, yaitu geoid.
Pada penelitian ini menggunakan data DEMNAS yang disediakan oleh Badan
Informasi Geospasial (BIG) pada websitenya untuk menghitung tinggi terbang di
atas permukaan tanah, karena DEMNAS sudah berefrensi terhadap datum geoid.
Pengambilan koordinat DEMNAS menggunakan software ArcGIS 10.4 dengan
tools add surface information. Untuk menguji akurasi yang dihasilkan digunakan
koordinat ICP sebagai titik uji. Titik ICP didapatkan dari pengukuran
menggunakan GPS geodetic dengan metode Real Time Kinematik (RTK).
Koordinat ICP dari hasil GPS juga berefrensi terhadap datum ellipsoid. Sehingga
untuk mendapatkan ketinggian ICP di atas permukaan tanah yaitu dengan
menggunakan nilai undulasi sebagai faktor pengurangnya dan di dapatkan
koordinat yang berefrensi sama dengan koordinat DEMNAS yaitu datum geoid.
Analisa perhitungan tinggi terbang dari data DEMNAS dan ICP yang sudah
berefrensi terhadap datum geoid menghasilkan RMSEz sebesar 1,9951 m, dengan
hasil rata-rata pengurangan yaitu -0,59654 m. Maka akurasi tersebut masih
memenuhi tingkat akurasi antara GPS drone dan DEMNAS yaitu ? 6,665 m.
Sehingga data DEMNAS dapat digunakan untuk menghitung tinggi terbang agar
kita dapat mengetahui berapa tinggi terbang seharusnya di atas permukaan tanah
dengan lebih efisien. Dan data DEMNAS dapat digunakan untuk mendapatkan
kenampakan topografi untuk tinggi terbang karena sudah mempunyai koordinat
posisi ketinggian yang masih bisa ditoleransi.