Abstract :
Peningkatan jumlah penduduk membawa berbagai implikasi, salah satunya adalah
meningkatnya kebutuhan baik akan tanah sebagai hunian maupun tempat usaha.
Dipengaruhi oleh berbagai faktor membuat masyarakat melakukan pemanfaatan
lahan di kawasan sempadan danau yang menurut peraturan perundangan yang
berlaku terlarang untuk didirikan bangunan. Danau dan daerah sempadan danau
adalah sumberdaya milik umum, tidak dapat dijadikan hak milik perseorangan dan
setiap masyarakat memiliki hak yang sama dalam pemanfaatannya. Pemanfaatan
lahan dikawasan sempadan danau sebagai hunian maupun tempat usaha perlu
dikendalikan untuk menjaga kelestarian danau.Hal ini dapat diidentifikasi dengan
melalukan analisa kesesuaian lahan di kawasan sempadan danau terhadap pola
ruang dengan memanfaatkan citra satelit dan Sistem Informasi Geografis (SIG).
Citra satelit dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat digunakan untuk
mengetahui penggunaan lahan eksisting di kawasan sempadan danau dalam
penelitian ini penggunaan lahan eksisting di kawasan Danau Limboto yaitu danau,
dermaga, industri, jalan, lahan tidak terbangun, pariwisata, perdagangan dan jasa,
permukiman, saluran air, sungai dan tanggul, yang selanjutnya di-overlay dengan
peta pola ruang untuk mengetahui kesesuaian lahan di kawasan sempadan danau
terhadap pola ruang. Tingkat kesesuaian lahan di kawasan sempadan danau
ditentukan berdasarkan peta pola ruang dan Peraturan Daerah Provinsi tentang
rencana tata ruang wilayah.iv
Dengan melalui serangkaian pengolahan data maka tingkat kesesuaian lahan di
kawasan sempadan Danau Limboto yang menjadi wilayah penelitian, 99,99%
sudah sesuai dan 0,01% belum sesuai dengan arahan pola ruang yang tersebar di 6
kecamatan yang termasuk dalam cakupan kawasan danau limboto yaitu
Kecamatan Limboto, Kecamatan Batudaa, Kecamatan Talaga Jaya, Kecamatan
Telaga Biru, Kecamatan Tabongo dan Kecamatan Tilango.