Abstract :
Perkembangan wilayah kota yang dinamis membawa berbagai macam dampak bagi
pola kehidupan masyarakat kota itu sendiri, antara lain peningkatan kebutuhan
kawasan permukiman. Akibat tingkat urbanisasi yang tinggi menjadikan kawasan
permukiman semakin padat hingga membentuk lingkungan permukiman kumuh.
Permukiman kumuh digambarkan dari 7 Parameter kekumuhan di Kelurahan
Sukun, Kelurahan bandunrgejosari, Kelurahan Ciptomulyo menggunakan
menggunakan metode skoring digunakan penelitian ini dalam melakukan
identifikasi kawasan permukiman kumuh dengan menggunakan tujuh indikator
kekumuhan dari Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman, 2016 yaitu:
kondisi bangunan, kondisi jalan lingkungan, kondisi drainase lingkungan, kondisi
penyediaan air minum, kondisi pengelolaan air limbah, kondisi pengelolaan
persampahan dan kondisi proteksi kebakaran.
Hasil dari penelitian di Kelurahan Sukun, menghasilkan tiga klasifikasi tingkat
kekumuhan di 8 RW dengan luas total wilayah 137.000 Ha, di Kelurahan Bandung
rejosari menghasilkan dua klasifikasi tingkat kekumuhan di 13 RW dengan luas
total wilayah 497.002 Ha, sedangkan di Kelurahan Ciptomulyo menghasilkan tiga
klasifikasi tingkat kekumuhan di 5 RW dengan luas total wilayah 193.2 Ha.