Abstract :
Gunung Api dengan tingkat bahaya tinggi salah satunya adalah Gunung Semeru dan
merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang berada di Jawa timur Lereng
sisi barat berada dalam administrasi Kabupaten Malang, dan sisi timur dalam wilayah
Kabupaten Lumajang, sisi uatara wilayah Kota Probolinggo, hutan disekitar gunung semeru
termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Metode analisis pemodelan aliran lahar dingin dapat dilakukan dengan cara memodelkan
aliran lahar dingin menggunakan data DEM digunakan untuk mengetahui informasi
ketinggian disetiap pixel nya yang menggunakan 5 jenis data DEM dengan resolusi yang
berbeda yaitu DEM SRTM 90m, ASTER 30m, Alos 12.5m, DEMNAS 8m, dan Terrasar 9m
yang menjadi perbandingan dasar arahan dan akumulasi aliran menggunakan Software
LAHARZ dibuat untuk membatasi area yang berpotensi terlanda aliran lahar berdasarkan satu
atau beberapa volume lahar, maka LAHARZ akan menghasilkan zonasi aliran lahar untuk
masing masing volume tersebut dengan menyesuikan data dengan Kawasan Rawan Bencana
(KRB) Gunung Api Semeru.
Berdasarkan hasil kajian perbandingan resolusi DEM terhadap pemodelan aliran lahar dingin
Gunung Semeru DEM menyatakan bahwa DEM TerraSAR merupakan yang terbaik dengan
resolusi 5 meter, kemudian DEMNAS, Alos Palasar 12.5m, SRTM 30 meter dan ASTER
dengan resolusi 90 meter Hasil kajian antara aliran lahar dan Peta KRB terdapat perbedaan
luas cakupan aliran lahar, perbedaan sebaran dikarenakan model aliran lahar dalam kajian ini
dilakukan dengan skenario volume