Abstract :
Indonesia adalah negara agraris, sehingga banyak penduduknya yang
menggantungkan hidup kepada lahan pertanian. Namun, semakin lama lahan
pertanian semakin berkurang. Hal tersebut terjadi karena semakin bertambahnya
jumlah penduduk dan pembangunan yang semakin meluas sehingga banyak lahan
pertanian yang tersita (Pradikka, Wakino & Utomowati (2017)). Berkurangnya
lahan pertanian dan jumlah penduduk yang semakin meningkat membuat tekanan
penduduk terhadap lahan pertanian meningkat. Tingginya tekanan penduduk
terhadap lahan pertanian akan berpengaruh terhadap daya dukung lahan yang dapat
mengakibatkan berkurangnya produktifitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui tingkat tekanan penduduk terhadap lahan pertanian di Kabupaten
Sragen dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Untuk
perhitungan tekanan penduduk digunakan persamaan Soemarwoto model I (1985)
dan klasifikasi didasarkan pada SK Ditjen RLPS P.04/V-SET/2009. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kecamatan di Kabupaten Sragen yang memiliki
tekanan penduduk baik (TP?1), yaitu Kecamatan Gesi, Gondang, Karangmalang,
Masaran, Ngrampal, Sambirejo, Sambungmacan, Sidoharjo, Sragen dan Sukodono.
Dan kecamatan di Kabupaten Sragen memiliki tekanan penduduk sedang
(1