Abstract :
Pemanfaatan lahan sebaiknya sesuai dengan potensi lahan yang dimiliki
karena dapat menguntungkan berbagai sektor. Indeks potensi lahan memberikan
informasi pedoman pemanfaatan lahan berdasarkan potensi dan sumber daya lahan.
Lahan yang dimanfaatkan sesuai potensinya dapat mengurangi terjadinya
kerusakan lingkungan dan degradasi lahan.
Dalam penentuan indeks potensi lahan digunakan parameter kerawanan
bencana, kelerengan, litologi, jenis tanah, serta hidrologi. Hasilnya dapat diketahui
persebaran potensi lahan sesuai dengan kelas indeks potensi lahan. Penyajian
indeks potensi lahan dalam bentuk spasial lebih efisien karena diketahui pola
keruangannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Klaten terbagi menjadi
lima kelas potensi lahan. Kabupaten Klaten didominasi oleh indeks potensi lahan
sangat tinggi. Luasan indeks potensi lahan sangat tinggi sebesar 429,2983 Km2 atau
sekitar 61,32% dengan wilayah terluas berada di Kecamatan Wonosari. Indeks
potensi lahan tinggi yaitu sebesar 218,458 Km2 atau sekitar 31,20%, dengan daerah
terluas berada di Kecamatan Kemalang. Sedangkan luasan indeks potensi lahan
kelas sedang yaitu 31,5865 Km2 atau sekitar 4,51%, dengan wilayah terluas berada
di Kecamatan Bayat. Indeks potensi lahan kelas rendah memiliki luasan 10,6589
Km2 atau sekitar 1,5% dengan daerah terluas berada di Kecamatan Bayat. Terakhir,
indeks potensi lahan kelas sangat rendah memiliki luas 10,1218 Km2 atau sekitar
1,45% dengan wilayah terluas berada di Kecamatan Kemalang.