Abstract :
Negara kepulauan Indonesia memiliki wilayah dengan sebagian besar yaitu
perairan. Posisinya yang strategis menjadikan Indonesia salah satu yang memiliki potensi
untuk pelayaran skala kecil antar pulau maupun nasional bahkan internasional. Pasang
surut merupakan salah satu parameter oseanografi yang sangat berpengaruh di perairan.
Pasang surut adalah fluktuasi muka air laut karena adanya gaya tarik benda-benda di langit,
terutama matahari dan bulan terhadap massa air laut di bumi. Penelitian ini bertujuan untuk
membuat peta co-range dan mengetahui karakteristik pasang surut di perairan laut utara
Jawa Tengah. Peta co-range merupakah peta yang memberikan informasi nilai amplitudo
di suatu wilayah perairan. Data yang digunakan meliputi data pasang surut dari empat
stasiun pengamatan pasang surut yaitu: stasiun pengamatan pasang surut Semarang, stasiun
pengamatan pasang surut Jepara, stasiun pengamatan surut Pekalongan dan stasiun
pengamatan pasang surut Karimunjawa bulan Juni tahun 2019 dari Badan Informasi
Geospasial (BIG).
Dalam penelitian ini dilakukan analisa pasang surut pada ke empat stasiun
pengamatan pasang surut menggunakan software Totis guna mendapatkan jenis atau tipe
pasang surut serta mengetahui nilai amplitudo. Selanjutnya dilakukan pembuatan peta corange atau co-amplitude yang menggunakan data nilai amplitudo komponen harmonik M2,
S2, O1 dan K1. Untuk pembuatan peta co-range menggunakan software ArcGIS dengan
metode interpolasi krigging dan kontur pada nilai amplitudo ke empat komponen harmonik
utama pembangkit pasang surut. Hasil penelitian menunjukan pada stasiun pengamatan
pasang surut Semarang nilai bilangan Formzahl (F) sebesar 2,230 dengan tipe pasang surut
Mixed Mainly Diurnal (campuran, dominan harian tunggal), stasiun pengamatan pasang
surut Jepara nilai bilangan Formzahl (F) sebesar 2,818 dengan tipe pasang surut Mixed
Mainly Diurnal (campuran, dominan harian tunggal), stasiun pengamatan pasang surut
Pekalongan nilai bilangan Formzahl (F) sebesar 1,541 dengan tipe pasang surut Mixed
Mainly Diurnal (campuran, dominan harian tunggal) dan stasiun pengamatan pasang surut
Karimunjawa nilai bilangan Formzahl (F) sebesar 4,113 Diurnal (harian tunggal). Peta CoRange M2 nilai amplitudo maksimum 0,09 m dan nilai amplitudo minimum 0,07 m, Peta
Co-Range S2 nilai amplitudo maksimum 0,08 m dan nilai amplitudo minimum 0,05 m,
Peta Co-Range O1 nilai amplitudo maksimum 0,11 m dan nilai amplitudo minimum 0,06
m dan Peta Co-Range K1 nilai amplitudo maksimum 0,34 m dan nilai amplitudo minimum
0,24 m. Dari hasil Peta Co-Range secara keseluruhan terlihat bahwa persebaran amplitudo
pasang surut memiliki nilai yang hampir sama di setiap perairan. Menunjukan bahwa di
perairan laut utara Jawa Tengah aman untuk melakukan aktifitas pelayaran dan aktifitas
pelabuhan karena tidak akan terganggu oleh gelombalang pasang surut.