Abstract :
RTK-NTRIP merupakan metode GNSS yang populer digunakan di Indonesia saat ini.
Pemakaian RTK-NTRIP biasanya menggunakan stasiun CORS sebagai stasiun
referensi. Sebaran stasiun CORS di Indonesia masih tergolong kurang kepadatannya,
khususnya wilayah di luar Pulau Jawa. Hal tersebut menjadikan ruang pengukuran
RTK-NTRIP menjadi terbatas. Teknologi Mobile CORS menjadi solusi yang hadir
untuk mengatasi permasalahan tersebut. Teknologi Mobile CORS memungkinkan
untuk meletakkan base di titik referensi (kontrol) manapun sehingga dapat mengatasi
kurangnya jumlah CORS. Meskipun demikian, metode GNSS RTK-NTRIP Mobile
CORS belum diketahui ketelitiannya ketika digunakan pada pengukuran berupa batas
bidang tanah sehingga harus dilakukan beberapa pengujian untuk membuktikan bahwa
metode ini dapat menjadi solusi alternatif pengukuran GNSS RTK-NTRIP.
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi ketelitian nilai koordinat pengukuran
GNSS RTK-NTRIP Mobile CORS pada posisi bidang tanah. Hasil pengukuran
koordinat dibandingkan dengan hasil pengukuran GNSS RTK-Radio dengan stasiun
base menggunakan BM Orde 3 BPN. Titik pengamatan dipilih pada lokasi dengan
kondisi minimum obstruksi dan dengan obstruksi di tiga interval jarak berbeda yaitu
2 km, 5 km dan 8 km. Analisis hasil dilakukan dengan uji statistik dua parameter untuk
melihat signifikansi perbedaan nilai koordinat antara dua metode pengukuran tersebut.
Hasil pengukuran GNSS dengan metode RTK-NTRIP Mobile CORS dan RTK-Radio
memiliki rentang nilai pergeseran lateral antara 0,003 m sampai dengan 0,248 m
dengan nilai rata-rata perbedaannya 0,051 m sedangkan untuk luas bidang tanah
memiliki rentang nilai perbedaan 0,003