Abstract :
Kecamatan Pringsewu merupakan ibu kota kabupaten Pringsewu sekaligus pusat
pemerintahan kabupaten Pringsewu, sehingga pada daerah ini banyak mengalami
pembangunan fisik yang menyebabkan perubahan tutupan lahan. Bertambahnya jumlah
penduduk yang menyebabkan semakin meningkatnya kebutuhan tempat tinggal
sehingga akibatnya berdampak pada perubahan di berbagai bidang. Untuk itu perlu
dilakukan identifikasi dan pengamatan perubahan penutupan lahan, guna perencanaan
pengembangan kecamatan Pringsewu selanjutnya.
Penelitian Ini di lakukan Untuk mengidentifikasi perubahan penutupan lahan yang
terjadi di kecamatan Pringsewu dalam kurun waktu 2017-2020 dengan memanfaatkan
citra spot 7 berdasarkan metode segmentasi dengan algoritma Multiresolution
Segmentation. Menggunakan klasifikasi Nearest Neighbor berdasarkan metode
segmentasi dengan algoritma Multiresolution Segmentation. Peta perubahan penutupan
lahan yang dihasilkan adalah dari peta penutupan lahan 2017 dan peta penutupan lahan
2020 yang di olah dengan menggunakan analisis spasial yaitu overlay.Metode yang
dapat digunakan dalam proses overlay adalah Intersection.
Penyajian hasil penelitian ini berupa tabel,diagram, dan peta perubahan penutupan
lahan dengan skala 1:25000.Berdasarkan hasil pengolahan diperoleh besaran skala 100
(Seratus); bentuk 0,5 (nol koma lima); dan kekompakan 0,7 (nol koma tujuh)
menghasilkan 13,240 object segmentasi. Kelas penutupan lahan dibuat berdasarkan
acuan SNI 7645-1: 2014 tentang klasifikasi penutup lahan untuk skala 1 : 25000.
Perubahan luas penutupan lahan yang paling besar terjadi yaitu pada Semak
Belukar/Alang-alang menjadi perkebunan campuran dengan luas sebesar 255,376 Ha
yang disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu kebutuhan pangan yang
meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk.