Abstract :
Pembangunan wilayah setiap tahunnya mengalami peningkatan sehingga
mempengaruhi eksistensinya permukiman kumuh. Lahan permukiman yang sempit
mengakibatkan muncul permukiman yang tidak teratur, bangunan liar, kepadatan
permukiman tinggi, dan kualitas sarana prasarana tidak memenuhi syarat sehingga
disebut permukiman kumuh. Permukiman kumuh merupakan objek yang kompleks
dan tidak teratur, sehingga upaya penanganan kawasan permukiman kumuh
diperlukan metode identifikasi awal permukiman kumuh yang tepat. Penelitian ini
bertujuan untuk melakukan identifikasi awal parameter permukiman kumuh dengan
memanfaatkan metode GEOBIA (Geographic Object Based Image Analysis).
Identifikasi awal permukiman kumuh metode GEOBIA pada penelitian ini,
memanfaatkan software Ecognition Developer. Tahapan dengan memanfaatkan
metode GEOBIA meliputi tahap segmentasi dan klasifikasi. Segmentasi
menggunakan algoritma multiresolution segmentation dengan beberapa percobaan
hingga menghasilkan segmentasi objek yang optimal. Sedangkan klasifikasi
menggunakan algoritma rulebased classification atau berdasar aturan dengan
parameter kepadatan permukiman, kedekatan dengan sungai, kerapatan vegetasi,
dan akses jalan.
Kelas objek yang dihasilkan menggunakan metode GEOBIA meliputi kelas
permukiman kumuh, permukiman, non permukiman, vegetasi, dan jalan. Akurasi
yang diperoleh dari penelitian yaitu overall accuracy sebesar 95% dan nilai kappa
sebesar 0,936 yang menunjukkan bahwa hasil klasifikasi untuk identifikasi awal
permukiman kumuh menggunakan metode GEOBIA dianggap baik dan
mempunyai kepercayaan tinggi.