Abstract :
Bencana banjir bandang di Kota Bima yang terjadi pada hari Rabu 21 Desember dan hari
Jumat 23 Desember 2016 menimbulkan banyak kerusakan, baik kerusakan rumah warga,
lahan pertanian dan fasilitas umum yang lain. Menurut Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional (2017), menyatakan bahwa akibat banjir bandang
terdapat 439 bangunan dan 2.247Ha sawah yang rusak. Akibat banjir tersebut, terjadi
perubahan luasan penggunaan lahan dikarenakan banyaknya rumah warga dan fasilitas
lainnya yang ikut rusak yang sekaligus mempengaruhi nilai tanah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan serta presentase
perbandingan ZNT antara daerah yang parah dan tidak parah terkena banjir dengan
memanfaatkan sistem informasi geografis dan penginderaan jauh menggunakan metode
overlay atau tumpang tindih. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi
masyarakat maupun pemerintah terkait dalam upaya pengambilan keputusan dalam hal
pengembangan wilayah kota dan juga dapat digunakan sebagai patokan dalam hal
melakukan transaksi jual beli tanah.
Penelitian ini menghasilkan analisis perubahan luasan penggunaan lahan pasca terjadinya
banjir, untuk perdagangan dan jasa mengalami perubahan sebesar 14,621%, untuk
pemukiman berubah sebesar 36,931%, dan sawah berubah sebesar -1,582%. Sedangkan
untuk zona nilai tanah (ZNT) berdasarkan hasil analisis, semua zona pada setiap daerah
mengalami perubahan nilai berupa kenaikan, baik yang daerah terdampak banjirnya parah
maupun tidak parah. Untuk daerah yang parah terdapat pada wilayah Asakota dengan rata
- rata presentase kenaikan 74,22%, Rasanae Barat 78,86%, Mpunda 79,05%, dan untuk
daerah yang tidak parah terdapat pada wilayah Raba 76,11% dan Rasanae Timur sebesar
67,88%. Penyebab tingkat kenaikan rata-rata yang tertinggi di daerah yang terdampak
banjir parah karena wilayah tersebut merupakan pusat kota, sedangkan untuk daerah yang
tidak parah terdampak banjir kenaikannya tidak terlalu signifikan karena wilayah tersebut
adalah wilayah pinggiran kota yang masih banyak lahan kosong dan pertanian.