Abstract :
Kekeringan adalah salah satu bencana alam yang disebabkan oleh kondisi volume
air permukaan di bawah ambang batas minimum. Ada beberapa faktor terjadinya
kekeringan salah satunya curah hujan yang rendah yang menyebabkan suatu
daerah akan rawan kekeringan. Curah hujan yang didapatkan dari stasiun hujan
hanya berupa data titik, sehingga metode interpolasi diperlukan dalam
menggambarkan distribusi curah hujan wilayah.
Curah hujan wilayah digambarkan dari 16 stasiun hujan di Kabupaten Lombok
Tengah menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW), Spline, Kriging
dan Natural Neighbor untuk menemukan metode terbaik dalam memetakan pola
spasial curah hujan dan pengaruhnya terhadap hasil pemetaan daerah rawan
kekeringan.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode IDW dan
Kriging merupakan metode terbaik dalam menggambarkan distribusi curah hujan.
Dan untuk tingkat kerawanan kekeringan menggunaan metode IDW di Kabupaten
Lombok Tengah terdapat luas wilayah kerawanan kekeringan dengan kelas rendah
sebesar 28375,48 ha (24,65%), kelas sedang sebesar 48778,75 ha (42,35%) dan
sisanya kelas tinggi sebesar 38014,02 ha (33,00%).