Abstract :
Kegiatan pertanian modern di Indonesia telah meningkat, peningkatan ini
ditandai oleh meningkatantnya produksi pangan, serat, pakan dan ternak secara
dramatis. Kegiatan pertanian modern menggunakan bahan pestisida secara
signifikan untuk mampu meningkatkan produksi pertanian meskipun akan
memberikan dampak terhadap makhluk hidup maupun lingkungan. Metode yang
digunakan dalam proses bioremidiasi ialah biostimulasi dan bioaugmentasi. Pada
proses biostimulasi dilakukan dengan penambahan nutrisi campuran yang berasal
dari sludge susu dan juga jerami padi, sedangakan pada bioaugmentasi dilakukan
dengan penambahan bakteri Bacillus sp. kedalam tanah sebagai bahan pendegredasi
pestisida. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis karakteristik sludge industri
susu dan kadar pestisida, menganalisis efisiensi pemanfaatan sludge industri susu
dan bakteri Bacillus sp. dalam proses bioremediasi serta mengetahui manfaat dari
sludge susu sebagai alternatif pengendalian pencemaran tanah.
Hasil yang diperoleh pada metode biostimulasi dengan penambahan nutrisi
campuran yang berasal dari sludge susu dan jerami padi dengan variasi penambahan
30% dan 70% mampu mendegredasi residu pestisida profenos dalam tanah sebesar
-0,3834 ppm pada hari ke-14 dan -0,9028 ppm pada hari ke-28 pada kedua variasi
biostimulasi. Adapun pada metode bioaugmentasi dengan penambahan nutrisi
campuran dan bakteri Bacillus sp. sebanayak 1,5 mL dan 2 mL. Penambahan
bakteri sebanyak 2mL mampu mendegredasi pestisida profenos dengan signifikan
dibandingkan dengan penambahan bakteri sebanyak 1,5 mL dimana, nilai residu
pestisida yang terdegredasi sebesar -2,2034 pada hari ke-14 dan -6,8822 pada hari
ke-28.