Abstract :
ABSTRAK
Peninggalan sejarah dan benda-benda cagar budaya sebagai
warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia mempunyai nilai-nilai yang
sangat tinggi, baik ditinjau dari latar belakang sejarah maupun dari sudut
arsitektur dan ragam seninya. Singosari merupakan ikon Kabupaten Malang
sebagai kawasan wisata sejarah karena terdapat Candi Singosari, Arca
Dwarapala, Stupa Sumberawan dan Petirtaan Watugede yang termasuk
dalam kawasan sosio kultural yang berfungsi sebagai kawasan lindung,
kawasan pariwisata budaya dan juga sebagai orientasi bagi pedoman
pembangunan di kawasan sekitarnya. Kondisi situs cagar budaya tersebut
saat ini relatif memprihatinkan baik dilihat dari kondisi fisik maupun luasan
lahannya. Sejauh ini peranan masyarakat dalam upaya pelestarian dan
perlindungan benda cagar budaya masih sangat rendah. Banyak masyarakat
serta pengunjung situs yang belum sadar dan tidak mengerti akan pentingnya
cagar budaya. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui seberapa besar tingkatan daya dukung sosial dari masing-masing
cagar budaya tersebut.
Tahapan dalam penelitian ini adalah dengan mengetahui tingkat
kerusakan situs-situs cagar budaya dengan menggunaan metode analisa
skoring, mengetahui karakteristik masyarakat setempat dan pengunjung
dengan menggunakan metode analisa deskriptif serta mengetahui tingkat
daya dukung sosial melalui Skala Likert sebagai alat ukurnya.
Dari hasil perhitungan skoring diketahui bahwa tingkat kerusakan
eksisting Candi Singosari, Stupa Sumberawan dan Petirtaan Watugede
adalah rendah serta Arca Dwarapala dengan klasifikasi tinggi. Sedangkan
tingkat daya dukung sosial di tiap lokasinya yang memiliki klasifikasi cukup
mendukung adalah Candi Singosari sebesar 63,26 %, Stupa Sumberawan
sebesar 65,32 % dan Petirtaan Watugede adalah sebesar 62,1 %, sedangkan
Arca Dwarapala memiliki klasifikasi yang kurang mendukung yaitu sebesar
59,15 %.