Abstract :
Pasar Mergan merupakan pasar kelas II yang terletak di Jalan Raya Langsep,
Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kondisi pasar Mergan saat ini
kebersihannya belum bisa dikatakan maksimal mengingat pasar ini masih terdapat
sampah-sampah yang berserakan. Sampah yang paling banyak dihasilkan di Pasar
Mergan ini merupakan sampah basah yang terdiri dari sisa makanan, sayuran dan
buah-buahan. Salah satu nilai ekonomis sampah organik adalah sampah diolah
menjadi kompos. Pengomposan sistem open windrow adalah cara pembuatan
kompos di tempat terbuka beratap (bukan di dalam reaktor yang tertutup) dengan
aerasi alamiah. MOL dari limbah tomat dapat dimanfaatkan sebagai bioaktivator
pada proses pengomposan. Selain dapat mempercepat proses pengomposan, MOL
limbah tomat dapat diproduksi sendiri sehingga dapat menghemat biaya. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan karakteristik sampah di Pasar
mergan, mengetahui potensi sampah di Pasar Mergan untuk dijadikan kompos, dan
mengetahui kebutuhan lahan untuk penerapan windrow composting.
Pengukuran timbulan sampah dilakukan sesuai SNI 19-3964-1994 tentang
metode Pengambilan dan Pengukuran Sampel Timbulan dan Karakteristik sampah
Perkotaan. Kualitas kompos dihasilkan merujuk kepada ketentuan Standar Nasional
Indonesia (SNI) 19-7030-2004 yang berisi spesifikasi kompos dari sampah organik
domestik.
Hasil analisis komposisi sampah Pasar, sampah terdapat 2 komposisi sampah
yaitu sampah basah yang terdiri dari sampah organik daun dan sampah sisa
makanan. Sedangkan sampah kering yaitu plastik. Karakteristik fisik sampah pasar
rata-rata 361,75 kg/m3. Potensi sampah basah Pasar yang dapat dijadikan kompos
sebesar 0,188 m3/hari. Unit pengolahan sampah di Pasar Mergan yang direncanakan
yaitu pengolahan sampah basah dengan total kebutuhan lahan sebesar 30 m2. Yang
terdiri area penerima seluas 2,5 m2, lahan penampungan 1,5 m2, lahan pencacahan
6 m2, lahan pengomposan 4,5 m2, lahan pengayakan dan pengemasan 12 m2,
gudang penyimpanan kompos 3 m2.