DETAIL DOCUMENT
PENERAPAN WINDROW COMPOSTING DENGAN PENAMBAHAN AERATOR BAMBU UNTUK PENGOLAHAN SAMPAH BASAH DI PASAR MERGAN, KOTA MALANG
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Taopan, Theresia
Subject
Environmental Engineering 
Datestamp
2022-01-18 01:38:44 
Abstract :
Pasar Mergan merupakan pasar kelas II yang terletak di Jalan Raya Langsep, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kondisi pasar Mergan saat ini kebersihannya belum bisa dikatakan maksimal mengingat pasar ini masih terdapat sampah-sampah yang berserakan. Sampah yang paling banyak dihasilkan di Pasar Mergan ini merupakan sampah basah yang terdiri dari sisa makanan, sayuran dan buah-buahan. Salah satu nilai ekonomis sampah organik adalah sampah diolah menjadi kompos. Pengomposan sistem open windrow adalah cara pembuatan kompos di tempat terbuka beratap (bukan di dalam reaktor yang tertutup) dengan aerasi alamiah. MOL dari limbah tomat dapat dimanfaatkan sebagai bioaktivator pada proses pengomposan. Selain dapat mempercepat proses pengomposan, MOL limbah tomat dapat diproduksi sendiri sehingga dapat menghemat biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan karakteristik sampah di Pasar mergan, mengetahui potensi sampah di Pasar Mergan untuk dijadikan kompos, dan mengetahui kebutuhan lahan untuk penerapan windrow composting. Pengukuran timbulan sampah dilakukan sesuai SNI 19-3964-1994 tentang metode Pengambilan dan Pengukuran Sampel Timbulan dan Karakteristik sampah Perkotaan. Kualitas kompos dihasilkan merujuk kepada ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-2004 yang berisi spesifikasi kompos dari sampah organik domestik. Hasil analisis komposisi sampah Pasar, sampah terdapat 2 komposisi sampah yaitu sampah basah yang terdiri dari sampah organik daun dan sampah sisa makanan. Sedangkan sampah kering yaitu plastik. Karakteristik fisik sampah pasar rata-rata 361,75 kg/m3. Potensi sampah basah Pasar yang dapat dijadikan kompos sebesar 0,188 m3/hari. Unit pengolahan sampah di Pasar Mergan yang direncanakan yaitu pengolahan sampah basah dengan total kebutuhan lahan sebesar 30 m2. Yang terdiri area penerima seluas 2,5 m2, lahan penampungan 1,5 m2, lahan pencacahan 6 m2, lahan pengomposan 4,5 m2, lahan pengayakan dan pengemasan 12 m2, gudang penyimpanan kompos 3 m2. 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang