DETAIL DOCUMENT
PEMANFAATAN AMPAS TEBU DAN KULIT SINGKONG SEBAGAI MEDIA KARBON AKTIF DALAM PENURUNAN KONSENTRASI COD DAN TSS LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Krismonike, Grefita Hanis
Subject
Environmental Engineering 
Datestamp
2022-01-18 01:38:48 
Abstract :
Limbah cair industry tahu mengandung senyawa organik seperti protein, karbohidrat, dan lemak. Limbah cair hasil produksi tahu biasanya langsung di buang ke sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu. Limbah yang tidak diolah dapat menimbulkan bau dan perubahan warna pada air sungai. Maka dari itu dilakukan penelitian untuk menghasilkan teknologi yang cukup sederhana dan murah dalam pengolahan limbah cair dengan menggunakan metode absopsi. Tujuan dari penelitian mengetahui efektifitas karbon aktif kulit singkong dan ampas tebu dalam penurunan konsentrasi COD dan TSS pada industry tahu. Penelitian ini menggunakan metode absopsi unuk mengetahui suatu proses yang terjadi ketika suatu fluida (cairan maupun gas) terikat kepada suatu padatan dan akhirnya membentuk suatu film (lapisan tipis) pada permukaan padatan tersebut. Selain itu juga untuk mengetahui parameter limbah pada cairan tahu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif ampas tebu dapat menurunkan konsentrasi COD tertinggi sebesar 61,38 % pada ukuran partikel 200 dan penurunan konsentrasi TSS tertinggi sebesar 51,5 % partikel ukuran partikel 200 mesh. Karbon aktif kulit singkong menurunkan konsentrasi COD tertinggi sebesar 74,74 % pada ukuran partikel 170 dan penurunan konsentrasi TSS tertinggi sebesar 96,7 % pada ukuran partikel 200 mesh. Media karbon aktif kulit singkong lebih optimal daripada media karbon aktif ampas tebu karena mampu menurunkan konsentrasi COD dengan presentase sebesar 74,74 % dan TSS sebesar 96,7 %. 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang