Abstract :
Desa Pandanrejo salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Wagir
Kabupaten Malang. Sumber air baku yang digunakan desa Pandanrejo berasal dari
air permukaan, yaitu sungai Coban Glotak, mata air Watu Gedhek dan Rau.
Selama musim kemarau air hanya mengalir 1 hingga 3 jam sehari serta pembagian
sumber air baku yang tidak merata membuat terganggunya aktivitas kebutuhan air
sehari-hari. Sehingga perlunya evaluasi ketersediaan air baku untuk mengetahui
Ketersediaan sumber air baku dan menetukan alternative sumber air baku lain
yang dapat memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah layanan.
Metode tampung digunakan dalam pengukuran debit dilapangan. Selain
mengetahui debit juga diperlukan pengukuran kualitas sumber air baku agar dapat
diketahui kriteria kelas sumber air baku yang digunakan. Penelitian juga didukung
dengan data pemakaian air bersih rata-rata perorang di wilayah layanan dengan
pembagian kuisioner untuk mendapatkan pemakain kebutuhan air bersih yang
sesuai di lapangan.
Hasil pengukuran debit sesaat dilapangan dari 3 sumber sebesar 25,216
L/detik, diperkiakan selama musim kemarau debit mengalami penurunan menjadi
menjadi 14,625 L/detiknya. Sehingga pada saat musim kemarau sumber air baku dapat
memenuhi kebtuhan air bersih di Desa Pandanrejo hingga 4 tahun mendatang yaitu pada
tahun 2024. Sumber air baku alternative yang dapat digunakan yaitu sungai yang
melewati Dusun Njamuran Desa Dalisodo karena memiliki debit yang besar
akibat penambahan dari beberapa anak sungai serta adanya penambahan debit dari
Sumber Ndut yang keluar di wilayah persawahan dusun Njamuran.