DETAIL DOCUMENT
PENURUNAN KADAR POLUTAN PADA LIMBAH CAIR HASIL PENCUCIAN KEDELAI LIMBAH INDUSTRI TEMPE MENGGUNAKAN METODE FILTRASI DAN FITOREMEDIASI
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Munuqy, Wulanda Anggi
Subject
Environmental Engineering 
Datestamp
2022-02-03 01:38:12 
Abstract :
Perkembangan perindustrian saat ini berkembang pesat terutama industri berskala rumah tangga. Industri tempe adalah salah satu produksi yang menerapkan sistem sederhana. salah satu industri tempe yang masih menerapkan sistem sederhana yakni industri tempe Lingkungan Taman Karang Baru, Kecamatan Selaparang Kota Mataram dengan pemakaian kedelai rata-rata 15 ton per hari. Proses produksi tempe diantaranya pencucian, perendaman, perebusan, pengasaman, dan pemisahan kulit kedelai, setiap proses menggunakan air sehingga limbah cair yang dihasilkan sangat banyak. Limbah pembuatan tempe dapat menurunkan konsentrasi oksigen terlarut sehingga menimbulkan bau busuk. Pengolahan air limbah menggunakan metode kombinasi filtrasi dan fitoremediasi adalah metode yang efektif dan mudah bagi produsen industri tempe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan metode filtrasi-fitoremediasi dalam pengolahan air limbah hasil pencucian kedelai industri tempe terhadap penurunan BOD, COD dan TSS. Penelitian ini menggunakan variabel variasi waktu kontak selama 7, 14 dan 21 hari serta variasi jumlah tanaman sebanyak 8, 16 dan 24 buah. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali selama kurun waktu 21 hari (7 hari sekali). Fitoremediator yang digunakan ialah tanaman Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) dikarenakan memiliki kemampuan daya serap polutan yang lebih tinggi dari tanaman air lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi filtrasi-fitoremediasi mampu menurunkan konsentrasi kadar BOD sebesar 99,88%, COD sebesar 98,13% dan TSS sebesar 97,96% dalam waktu 21 hari dan jumlah tanaman sebanyak 24 buah. 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang