Abstract :
Pasar tradisional merupakan perekonomian dan keberlangsungan hidup
bagi sebagian besar masyarakat di daerah, meskipun dalam aktivitas yang terjadi
pasar menyumbang berbagai jenis sampah dalam volume yang cukup besar. Pasar
Bastiong terletak di Kecamatan Ternate Selatan yang berlokasi di Kelurahan
Bastiong. Pasar Bastiong termasuk penyumbang sampah terbanyak karena terdapat
sisa-sisa hasil jualan seperti sayur-mayur, buah-buahan dan lainnya. Pengelolaan
Sampah yang diatur di dalam Undang-Undang No. 18 tahun 2008 dimana
pemerintah mendorong adanya pengelolaan sampah langsung dari sumbernya.
Undang-Undang Pengelolaan Sampah tersebut juga menjelaskan pentingnya
kegiatan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) agar volume sampah tidak terus
bertambah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis timbulan sampah,
komposisi sampah dan perencanaan pengelolaan sampah degan pendekatan 3R.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif
dan mengukur langsung satuan timbulan sampah dan komposisi sampah yang
dihasilkan dari masing-masing lapak pedagang yaitu langsung dari sumber di Pasar
Bastiong. Teknik penentuan sampel dan waktu pengukuran serta tata caranya
mengacu pada SNI-19-3964-1994 dan ASTM D5321-92 (2003).
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode SNI-19-3964-1994,
bahwa besaran timbulan sampah di Pasar Bastiong dengan volume sebanyak 7,93
m3/hari dan berat sebanyak 1,536 kg/hari. Komposisi sampah diperoleh sampah
basah 55,00% dan sampah kering 45,00%. TPS 3R direncanakan dengan luas lahan
131,21 m2,, yakni 9,12 m2 untuk area komposting dan 58,35 m2 untuk kegiatan
pemilahan dan penanganan sampah kering, serta sampah residu. Sistem
Pengomposan yang diterapkan yaitu menggunakan metode drum kapasitas 100
liter, sebanyak 38 buah. Perencanaan Pengelolaan Sampah Pasar Dengan
Pendekatan 3R, mampu menangani sampah sebesar 70% dan residu sebesar 30%
yang dibuang di TPA. Hasil kuesioner yang diisi oleh para pedagang yang ada di
TPS Pasar Bastiong dapat diketahui bahwa sebagian besar pedagang telah memiliki
pengetahuan tentang sampah dengan presentasi pengetahuan pedagang pasar
mencapai 100%.