Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Galus, Antonia Redeamtris
Subject
Environmental Engineering
Datestamp
2022-02-03 01:39:05
Abstract :
Pengelolaan sampah di Pasar Inpres Borong masih menerapkan sistem
kumpul, angkut, buang dan tidak adanya pemilahan sampah di sumber yang
menyebabkan tumpukan sampah di TPS seringkali berbau kurang enak dan
mengganggu pengunjung serta pedagang yang letak kios/losnya berdekatan dengan
TPS, selain itu juga keadaan fasilitas TPS yang sudah tidak layak sehingga tidak
dapat menampung sampah yang dihasilkan dari aktivitas pasar dengan maksimal,
tidak adanya alat pengumpul sampah untuk mengumpulkan sampah dari tiap
kios/los di Pasar Inpres Borong yang menyebabkan sampah yang dihasilkan dari
aktivitas pasar tidak terangkut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
Timbulan dan Komposisi sampah di Pasar Inpres Borong dan Untuk mengetahui
sistem pengelolaan persampahan di Pasar Inpres Borong meliputi pewadahan,
pengumpulan, dan pengangkutan mengacu pada SNI 19-2454-2002 Tentang Tata
Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan. Sampling timbulan dan
komposisi sampah yang digunakan mengacu pada Metode pengambilan dan
pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan (SNI 19-3964-1995)
yaitu selama 8 hari berturut-turut terhadap 70 responden yang mewakili seluruh
jenis pedagang di Pasar Inpres Borong. Saat sampling sampah dari tiap kios tersebut
ditimbang, diukur volumenya, dan dipilah berdasarkan komposisinya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil Sistem
pewadahan,pengumpulan dan pengangkutan di pasar Inpres Borong belum
memenuhi SNI 19-2454-2002 tentang Tata Cara Teknis Operasional Pengelolaan
Sampah Perkotaan dan timbulan sampah yang dihasilkan di Pasar Inpres Borong
sebesar 68,36 kg/hari dengan komposisi sampah basah sebesar 90% dan sampah
kering sebesar 10%.