Abstract :
Permasalahan yang timbul di Jalan Gatot Subroto tidak hanya kemacetan
lalu lintas, namun juga permasalahan lingkungan seperti pencemaran udara,
kebisingan ataupun polusi suara. Kebisingan yang ditimbulkan tidak hanya
diakibatkan oleh suara knalpot kendaraan bermotor yang lewat, namun juga akibat
gesekan antara permukaan jalur dengan ban terlebih lagi bunyi klakson mobil.
Sumber pencemaran udara diakibatkan oleh bertambahnya aktivitas manusia yang
menghasilkan polutan, salah satunya yaitu pemakaian kendaraan yang
menghasilkan emisi gas buang kendaraan berupa CO, NOx, dan masih banyak
lagi.
Pengukuran tingkat kebisingan dan beban emisi dilakukan dengan
mengambil tiga titik sampling di bagian timur Jalan Gatot Subroto Kota Malang.
Analisis tingkat kebisingan menggunakan alat berupa Sound Tingkat Meter
(SLM) dengan berpedoman pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup
No. Kep.48/MENLH/11/1996, dan analisis beban emisi menggunakan data
pendahuluan jumlah kendaraan bermotor yang dikali dengan faktor emisi.
Rata-rata tingkat kebisingan Level Siang Malam (LSM) sebesar 78,6
dB(A) adalah melebihi baku mutu kebisingan yaitu sebesar 60,0 dB(A)
berdasarkan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2012. Rata-rata
beban emisi CO adalah 19,17 kg/km.jam dan 1,65 kg/km.jam untuk rata-rata
NOx.