Abstract :
Limbah cair tahu merupakan limbah yang diperoleh dari proses produksi
tahu yang berbentuk cairan. Limbah tahu yang dihasilkan dari industri rumahan
?Pabrik Tahu Pak Mul? berbentuk padat berupa ampas yang merupakan kotoran
dari hasil pebersihan kedelai, sedangkan limbah cair yang dihasilkan berupa air
sisa perendaman, dan limbah cair keruh yang berwarna kuning keabu-abuan yang
apabila dibiarkan akan berubah warna menjadi hitam dan menimbulkan bau
busuk. Air limbah yang dihasilkan memiliki kandungan COD (Chemical Oxygen
Demand) sebesar 8740 mg/l dan konsentrasi TSS (Total Suspended Solid) sebesar
477,7 mg/l. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengolahan sebelum air limbah di
buang kebadan air agar dapat menanggulangi permasalahan-permasalah
lingkungan yang disebabkan air limbah tahu.
Pada penelitian ini pengolahan yang digunakan adalah pengolahan biosand
filter dengan menggunakan media ampas tahu, pasir halus, pasir kasar dan kerikil.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari biosand filter media
ampas tahu sebagai tambahan media dalam menurunkan konsentrasi COD dan
TSS pada limbah cair tahu. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
ketebalan media yang berbeda pada masing-masing reaktor.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengolahan limbah cair tahu
menggunakan biosand filter media ampas tahu mampu menurunkan konsentrasi
COD dan TSS dengan efisiensi penurunan pada reaktor I dengan susunan media
arang aktif ampas tahu, pasir halus, pasir kasar dan kerikil (10:40:20:10) cm
berturut-turut adalah 87,44% dan 79,26%. Pada reaktor II dengan susunan media
arang aktif ampas tahu, pasir halus, pasir kasar dan kerikil (20:10:30:2 0) cm
mempunyai nilai efisiensi penurunan konsentrasi COD dan TSS masing-masing
adalah 87,44% dan 79,26% dan 90,04%.