Abstract :
Rumah Sakit Baptis menghasilkan limbah medis berupa botol infus bekas,
botol obat plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dosis
efektif dan jenis desinfektan untuk menurunkan jumlah mikroba pada limbah
botol infus di Rumah Sakit Baptis Kota Batu sesuai dengan Permen LH No P. 56
Tahun 2015 Tentang Tata Cara Dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah
Bahan Berbahaya Dan Beracun Dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Teknik pengambilan sampel pada proses pengolahan sebelum di desinfeksi
dan sesudah di desinfeksi. Sampel yang diambil berupa air bekas pengolahan
desinfeksi limbah botol infus bekas sebelum dan sesudah di desinfeksi, dilakukan
variasi jenis desinfektan Kaporit (CaOCl2) dan Natrium Hidroksida (NaOH) serta
variasi dosis 2 gr dan 4 gr. Melakukan analisis identifikasi jumlah mikroba
dengan menggunakan metode MPN (Most Probable Number). Pengolahan data
efesiensi penurunan menggunakan ANOVA.
Persentase penurunan total jumlah koloni mikroba antara desinfektan
NaOH dan CaOCl2 dengan dosis 2 gr dan 4 gr terlihat persentase penurunan
mikroba lebih banyak pada desinfektan NaOH 4 gr (85%) dibandingkan dengan
desinfektan CaOCl2 4 gr (80%). Hasil uji ANOVA desinfektan tidak berpengaruh
signifikan terhadap persentase penurunan total jumlah koloni mikroba. Perlu
adanya penelitian lebih lanjut dengan desinfektan dan dosis yang lebih variatif dan
mikroorganisme yang resisten terhadap desinfektan.