Abstract :
Rumah Sakit Baptis merupakan rumah sakit tipe C karena memiliki pelayanan medik spesialis
terbatas. Karakteristik air limbah Rumah Sakit pada umumnya mengandung senyawa organik yang
tinggi, senyawa-senyawa kimia yang berbahaya serta mikroorganisme pathogen yang berbahaya bagi
kesehatan. Berdasarkan data yang didapatkan, effluent dari IPAL yang berada pada Sumah Sakit Baptis
masih ada parameter yang belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh PERGUB JATIM No. 72
Tahun 2013, yaitu untuk fosfat sebesar 0,48 mg/l, BOD sebesar 32,62 mg/l dan COD sebesar 130,4
mg/l.Limbah cair rumah sakit yang mengandung fosfat akan menyebabkan masalah lingkungan hidup
berupa eutrofikasi, yaitu pencemaran air yang disebabkan oleh banyaknya nutrient di dalam ekosistem
air. Berdasarkan hasil analisis awal, nilai konsentrasi BOD sebesar 32,06 mg/l, COD 288 mg/l dan Fosfat
sebesar 5.79 mg/l.Dalam Penurunan Kadar Fosfat, BOD dan COD dalam Limbah Rumah Sakit dengan
Menggunakan Reaktor Fitobiofilm dengan media genting dan tanaman eceng gondok (Eichornia
crassipes) dilakukan untuk mengetahui potensi reaktor fitobiofilm dalam menurunkan kadar BOD, COD
dan fosfat pada limbah Rumah Sakit Baptis. Parameter COD dan BOD yang telah diolah sudah
memenuhi standar baku mutu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi akhir BOD
pada reactor bermedia pecahan genteng,karbon aktif, dan pasir silica sebesar 8,91 mg/l sedangkan pada
reactor batch (Eceng gondok) sebesar 8,01 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa
konsentrasi akhir COD pada reactor bermedia pecahan genteng,karbon aktif, dan pasir silica sebesar 36
mg/l sedangkan pada reactor batch (Eceng gondok) sebesar 25 mg/l. Sedangkan parameter fosfat belum
memenuhi standar baku mutu setelah dilakukan pengolahan reactor batch (Eceng gondok) sebesar
4,050 mg/l.