Abstract :
Abstrak
Perkembangan yang terjadi dalam suatu Kota dipengaruhi oleh oleh
beberapa faktor, seperti pertambahan penduduk, pertumbuhan beberapa pusat
kegiatan (perdagangan dan jasa, pendidikan, kesehatan, perkantoran, dan lainlainya).
Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat mengakibatkan
kebutuhan sarana dan prasarana perkotaan terutama kebutuhan akan sarana
perumahan bagi masyarakat menjadi meningkat. Berdasarkan Latar Belakang
maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbandingan penyediaan
fasilitas perumahan klas menengah di Kota Malang berdasarkan pembagian
cluster.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis
multidimensional scaling yang merupakan salah satu teknik peubah ganda
yang dapat digunakan untuk menentukan posisi suatu objek lainnya
berdasarkan penilaian kemiripannya. MDS digunakan untuk mengetahui
hubungan interdepensi atau saling ketergantungan antar variabel atau data.
Berdasarkan hasil analisis ketersediaan sarana prasarana dan utilitas
umum yang di kaji berdasarkan komponen standar penyediaan sarana
prasarana dan utilitas umum yaitu sebagai berikut : Kecamatan
Kedungkandang (sarana : 50%, untuk prasarana : 38% dan utilitas umum :
70%), Kecamatan Sukun (sarana : 25%, untuk prasarana : 63% dan utilitas
umum : 60%), Kecamatan Klojen (sarana:50%, untuk prasarana : 60% dan
utilitas umum : 60%), Kecamatan Blimbing (sarana : 38%, untuk prasarana :
68% dan utilitas umum : 70%), Kecamatan Lowokwaru (sarana : 42%, untuk
prasarana : 42% dan utilitas umum : 37%). Dengan komponen sarana
prasarana dan utilitas umum yang tersedia di dapat komponen tertinggi dan
terendah, yang di mana komponen terginggi yaitu pada prasaran jalan di
karenakan jalan merupakan akses yang paling berpengaruh terhadap aktivitas
masyarakat dan merupakan komponen yang utama yang di perhatikan dalam
pengembangan perumahan. Sedangakan variabel terendah berada pada sarana
pendidikan dan layanan kesehatan dimana komponen tersebut merupakan
sarana yang dapat diakses oleh masyarakat di luar perumahan