Abstract :
Sampah pasar memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan sampah dari
perumahan. Apalagi jika sampahnya berasal dari pasar sayur atau pasar buah. Aktivitas
pengelolaan sampah di pasar seharusnya menjadi perhatian serius bagi semua pihak, karena
jika tidak dikelola dengan baik akan mengganggu kesehatan, kebersihan dan mencemari
lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis residu sampah,
timbulan sampah, komposisi sampah, sistem pengelolaan sampah pasar dan emisi yang
dihasilkan perharinya.. Kecamatan Ampelgading merupakan wilayah yang terletak di
Kabupaten Malang. Pasar Bakroto terletak di Kecamatan Ampelgading yang merupakan
pusat jual beli masyarakat di 13 desa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Metode Deskriptif dan mengukur langsung satuan timbulan sampah dan komposisi sampah
yang dihasilkan dari masing-masing lapak pedagang yang ditentukan secara random di Pasar
Bakroto. Untuk metode penentuan sampel menggunakan metode Loud-count analysis/analisis
atau perhitungan beban dengan cara masing-masing volume sampah yang masuk ke TPA
dihitung dengan mencatat volume, berat, jenis angkutan dan sumber sampah, kemudiaan
dihitung jumlah timbulan sampah selama periode tertentu.Berdasarkan hasil perhitungan
timbulan sampah menggunakan metode load-count analysis jumlah timbulan sampah basah
dan kering yang akan ditampung oleh TPS Pasar Bakroto setiap harinya adalah sebanyak
2,299 kg/hari. Hasil komposisi sampah menggunakan metode perempatan terdapat 2 besar
komposisi sampah yang dianalisis yaitu sisa makanan, sampah kebun dan plastik.
Karakteristik fisik sampah pasar rata-rata 230 kg/m3. Kesetimbangan massa dianalisis
menggunakan nilai recovery factor dari komposisi sampah sebesar 100 % dengan berat
timbulan rata-rata sebesar 229,37 kg/hari, total berat recovery factor sebesar 231,63 kg/hari
dan total residu sebesar 12,21 kg/hari. Hasil perhitungan pengangkutan sampah dapat dapat
diangkut sebanyak 2 trip. Estimasi bahan bakar yang diperlukan truk per harinya adalah
sebesar 5 L untuk 1 truk. Emisi CH4 yang dihasilkan truk dalam pengangkutan adalah 51.974
kg setiap hari dan emisi N2O yang dihasilkan truk dalam pengangkutan adalah 8.195,9 kg
setiap hari.