Abstract :
Kota Batu disebut juga sebagai Kota Apel dan Kota Wisata, dimana kota
tersebut terdapat banyak tempat ? tempat wisata. Kota Batu tidak lepas dari
permasalahan sosial dan lingkungan yang semakin buruk kualitasnya. Kualitas
lingkungan yang semakin buruk mengakibatkan ketidakstabilan lingkungan,
sehingga akan berpengaruh juga pada sistem transportasi yang ada.
Untuk meningkatkan kinerja simpang tersebut perlu dilakukan analisis dan
evaluasi kinerja pada simpang tersebut sehingga didapat alternatif untuk
permasalahan simpang. Analisi dan evaluasi yang dilakukan berdasarkan PKJI
2014. Data yang diolah didapat dari hasil survey pada tanggal 21 Maret 2020.
Hasil analisis kinerja simpang eksisting dengan PKJI 2014 didapat derajat
kejenuhan maksimum terjadi pada jam puncak pagi yaitu sebesar 1,01 > 0,85.
Peluang antrian maksimum terjadi pada jam puncak pagi yaitu sebesar 80,36 %.
Dan tundaan maksimum pada jam puncak pagi sebesar 40,31 det/skr > 15 det/skr
dengan tingkat pelayanan E.
Alternatif yang dipilih untuk permasalahan Simpang Tiga Jl.Raya
Dadaprejo ? Jl.Ir Soekarno adalah dengan menggunakan lampu isyarat lalu lintas
dengan 2 fase tanpa melakukan pelebaran geometrik. Alternatif ini mendapatkan
nilai derajat kejenuhan maksimum pada jam puncak pagi sebesar 0,81 < 0,85,
Tundaan maksimum terjadi pada jam puncak sore sebesar 14,590 det/skr < 15
det/skr dengan tingkat pelayanan B, dan panjang antrian maksimum terjadi pada
jam puncak sore yaitu sebesar 56 m < 120 m.