Abstract :
Indonesia merupakan negara yang memiliki garis pantai yang sangat panjang
dan setiap wilayah mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Mengingat pasir
pantai memiliki karakteristik yang berbeda dan ketersediaan yang melimpah, maka
dari itu penelitian ini menggunakan pasir pantai dari pantai Sipelot Desa Pujiharjo
sebagai alternatif pengganti agregat 0/5 dalam campuran Asphalt Treated Base
(ATB).
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan pasir
pantai sebagai agregat 0/5 dengan variasi 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dengan
masing-masing 3 benda uji. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada
pengaruh yang signifikan penggunaan pasir pantai yang ditinjau dari nilai
karakteristik Marshall dan berapa persentase optimum penggunaan pasir pantai
sebagai pengganti agregat 0/5 pada lapisan ATB.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pasir pantai dari Pantai Sipelot
Desa Pujiharjo sebagai pengganti agregat 0/5 pada lapis Asphalt Treated Base
(ATB) dapat mempengaruhi karakteristik Marshall. Hal ini dapat dilihat dari hasil
pengujian hipotesis untuk Stabilitas, VIM, VMA, MQ dan VFA didapatkan
Fhitung>Ftabel dan dapat dinyatakan adanya pengaruh yang signifikan dengan
penambahan variasi pasir pantai, sedangkan untuk flow tidak ada pengaruh yang
signifikan. Persentase optimum penggunaan pasir pantai diperoleh sebesar 34,53%.
Dengan nilai stabilitas diperoleh sebesar 1079,86Kg, flow 3,23 mm, VIM 3,96%,
VMA 16,07%, MQ 334,53 kg/mm dan VFA 75,34%.