Abstract :
Pelaksanaan proyek konstruksi perlu diperhatikan penerapan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3), yang merupakan salah satu upaya dalam pencegahan
kecelakaan kerja di dalam lingkungan kerja. Salah satu faktor penyebab utama
kecelakaan kerja adalah faktor manusia, faktor lingkungan dan faktor peralatan.
Salah satu faktor manusia yaitu kelelahan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara hasil kelelahan pekerja konstruksi
menggunakan pengukuran subjektif dan objektif.
Pengukuran kelelahan subjektif (subjective feelings of fatique) dilakukan
dengan menyebarkan formulir yang berisi kuisioner, menggunakan metode
pengukuran kelelahan yang dikeluarkan oleh Intrenational Fatigue Research
Committe (IFRC) atau disebut Subjective Self Rating Test (SSRT). Pengukuran
kelelahan objektif dilakukan dengan mengukur denyut nadi pekerja. Setelah data
terkumpul maka dilakukan analisis data dari seluruh responden untuk mengetahui
hubungan antara kelelahan subjektif dan objektif dengan menggunakan uji
normalitas sebagai pengujian tentang kenormalan distribusi data dan korelasi
moment person untuk mencari hubungan dua variabel dengan data kedua variabel
berskala interval atau rasio.
Hasil uji korelasi Pearson antara kelelahan objektif dan kelelahan subjektif
diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,111 dan signifikansi sebesar 0,860 (p > 0,05).
Kedua nilai tersebut menunjukkan bahwa ada korelasi positif namun hubungan
antara kelelahan objektif dan subjektif tidak signifikan, artinya bahwa semakin
tinggi kelelahan objektif tidak akan secara signifikan berpengaruh terhadap
semakin tinggi kelelahan subjektif. Dengan semakin bertambahnya kelelahan
objektif tidak signifikan mempengaruhi bertambahnya kelelahan subjektif.