Abstract :
Jembatan Soekarno-Hatta Kota Malang yang memiliki tingkat kepadatan
lalu lintas pada perkembangannya hingga saat ini jembatan tersebut telah
mengalami perkuatan karena mengalami kelelahan struktur dan hampir memasuki
usia fatik sebuah jembatan. Dengan hal ini melihat fungsi sarana transportasi yang
cukup padat , maka dibangun Jembatan Soekarno-Hatta sebagai pendukung akses
di kota Malang.
Dalam perencanaan ini, Jembatan Soekarno Hatta direncanakan dengan
menggunakan metode konstruksi A Half Through Arch dengan Kabel
Penggantung di bentang 100 meter tanpa pilar tengah dan metode Desain Faktor
Beban dan Ketahanan (DFBK) serta mengacu pada aturan SNI yang terbaru.
Perencanaan ini dibantu dengan menggunakan program aplikasi struktur StaadPro
V8i SS6 untuk menganalisa struktur atas jembatan.
Setelah dilalukan analisa struktur atas jembatan ini, didapatkan dimensi
struktur baja untuk gelagar induk menggunakan profil WF 400.400.45.70, gelagar
memanjang profil WF 400.200.8.13, gelagar melintang bawah profil WF
850.350.16.36, gelagar melintang atas WF 350.350.12.19, kabel penggantung
Wire Ropes 6x37 IWRC Ø38, gelagar ikatan angin atss 2L 150.150.19, dan
gelagar ikatan angin bawah 2L 250.250.35.