Abstract :
Saat ini Indonesia mengalami pertumbuhan di semua sektor, terutama di bidang
konstruksi. Pekerjaan konstruksi banyak menggunakan sumber daya manusia yang
mana sangat berpotensi mengalami kecelakaan kerja. Maka dari itu pemerintah
mengesahkan Permenaker nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang alat pelindung
diri yang mewajibkan seluruh pihak yang berada di lapangan menggunakan alat
pelindung diri. Tetapi tidak semua orang patuh menggunakan alat pelindung diri,
dan selalu ada sebuah faktor yang melatarbelakangi. Maka dari itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa faktor yang mempengaruhi pekerja
kontraktor dalam penggunaan alat pelindung diri melalui pengaplikasian Teori
Perilaku terencana (TPB).
Teori perilaku Terencana (TPB) merupakan sebuah teori yang membahas
tentang sebab-musabab suatu perilaku yang didasarkan pada sikap, norma subjektif,
dan persepsi kontrol perilaku. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan
Google Form kepada pekerja dibidang konstruksi. Setelah semua data terkumpul,
maka dilakukan analisis deskriptif (mean, standar deviasi) dan analisis inferensial
(analisis faktor konfirmatori/CFA) dengan menggunakan perangkat lunak
WarpPLS.
Hasilnya, didapatkan bahwa : sikap dipengaruhi oleh kenyamanan alat
pelindung diri (mean = 4,581, factor loading = 0,878); norma subjektif dipengaruhi
oleh himbauan dari asosiasi (mean = 3,097) dan dorongan dari rekan kerja (factor
loading = 0,968); persepsi kontrol perilaku dipengaruhi oleh ketersediaan APD dan
pelatihan (mean = 4,161) serta sosialisasi (factor loading = 0,814); niat
menggunakan APD berhasil diperkirakan oleh sikap, norma subjektif, dan persepsi
kontrol perilaku sebesar 58% (R2 = 0,58); dan perilaku secara simultan dipengaruhi
oleh niat sebesar 98% (? = 0,98).