Abstract :
Indonesia terletak di daerah rawan gempa, yaitu di kelilingi empat lempeng bumi.
Penyebab gempa bumi selain pergeseran lempeng bumi seperti gunung meletus,
maka sulit untuk di perkirakan terjadinya gempa dan bisa dalam segala situasi.
Dalam peta zonasi gempa, Surabaya merupakan daerah rawan gempa kuat sehingga
dalam perencanaan bangunan harus memperhatikan faktor gempa di daerah
tersebut. Selain pemilihan lokasi perencanaan bangunan, sifat material penyusun
bangunan juga sangat penting diperhatikan, karena nantinya akan menentukan
efisiensi dalam perencanaan dan keefektifan dalam perencanaan bangunan tersebut.
Pada studi bangunan ini peneliti mengunakan material beton bertulang dengan
sistem rangka pemikul momen dan dinding geser khusus (dual system) sebagai
alternatife desain struktur bangunan tahan gempa. Perencanaan harus memenuhi
standar peraturan yang terdapat dalam SNI 1726 ? 2019 tentang Tata Cara
Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Gedung dan Non Gedung dan SNI 2847-
2019 tentang Persyaratan beton structural untuk bangunan Gedung Indonesia.
Dari hasil hitungan perencanaan didapatkan dimensi balok 40/60, 30/50, 30/40,
20/35, 25/40. Pada perhitungan balok dengan panjang batang 6.55 meter dengan
menggunakan dimensi 40/60 didapatkan hasil tulangan tumpuan kiri dan kanan:
Atas (14 D22), bawah (8 D22), tulangan lapangan atas dan bawah (6 D22),
Tulangan transversal daerah sendi plastis (?12 - 80 (4 kaki)), dan daerah luar sendi
plastis (?12 - 160 (4 kaki)). Pada perhitungan kolom dimensi 80/80 dengan jumlah
tulangan 16 D 25 dengan tinggi kolom 4.125 m didapatkan hasil daerah sendi plastis
(?12 - 90 (5 kaki)), daerah di luar sendi plastis (?12 - 120 (5 kaki)), pada hubungan
balok dan kolom dipasang pengekang horizontal (?12 (12 lapis)). Perencanaan
kolom pada portal memenuhi konsep ?Strong Column Weak Beam?. Pada
perhitungan dinding geser dimensi 400 x 6550 dengan jumlah tulangan 100 D25
memiliki boundary element sepanjang 1000 mm dengan tulangan transversal
daerah sendi plastis ?12 - 80 dan di luar sendi plastis ?12 - 120, sehingga
disimpulkan bahwa struktur yang di design mampu menahan gaya gempa.