Abstract :
Dengan ini, pembangunan gedung bertingkat menjadi tren di kota ? kota
besar karena terbatasnya lahan. Namun dalam perencanaannya perlu juga
diperhatikan faktor ? faktor seperti keamanan, kekuatan desain, kestabilan, serta
efisiensi dalam pengerjaannya. Analisis terhadap gaya ? gaya yang terjadi juga
harus diperhitungkan, sehingga ketika Gedung tersebut dikenai gaya, akan mampu
menahan gaya ? gaya yang terjadi.
Untuk merencanakan struktur atas bangunan yang menggunakan material baja,
dapat direncanakan dengan alternatif baja WF karena komponen ini diasumsikan
sebagai komponen tak tertekuk karena bagian elemen mengalami tekan, sepenuhnya
terkekang baik dalam arah sumbu kuat, maupun sumbu lemahnya. Struktur kolom baja
encased merupakan alternatif dalam perencanaan bangunan, yang dimana merupakan
profil baja WF yang dikombinasikan dengan beton. Keuntungan yang di dapat dari
digunakannya struktur ini adalah kolom dapat memikul beban yang besar baik tekan
maupun tarik. Dalam hal ini perencanaan menggunakan metode Load and Resistance
Faktor Design (LRFD) yang di Indonesia kita dapat menggunakan SNI 03-1729-2015
sebagai spesifikasi dalam perencanaan struktur. Hal ini dimaksudkan untuk
mendapatkan kebutuhan sambungan yang optimal dan aman sesuai dengan beban yang
berkerja pada struktur.
Dari hasil perhitungan didapatkan ukuran optimal profil baja WF untuk balok
induk yaitu WF. 450.200.9.14, balok anak WF. 350.175.7.11. Untuk kolom encased
1 didapatkan dimensi 800 x 300 dengan WF 600.300.12.20. Pada sambungan balok
induk - kolom bertemu pada flens digunakan jenis sambungan end plate dengan tebal
end plate 20 mm dan jumlah baut 4 ? Ø22,225 mm, sambungan balok induk - balok
anak menggunakan sambungan siku L 80.80.8 mm dengan jumlah baut 4 - Ø22,225
mm, dan untuk base plate diperoleh dimensi pelat landasan 1000.700.35 mm dengan
jumlah angkur 9 ? Ø19,05 mm panjang 450 mm.