Abstract :
Pelaksanaan Proyek pada Proyek Peningkatan dan Rehabilitasi/pemeliharaan (Segmen :
sp.Seduku-kawalelo-likutedeng-lamika ) Lapen,Kec.Demon Pegong, Kab. Flores Timur ?
Nusa Tenggara Timur pada pekerjaan struktur dimulai tanggal 15 desember 2019 dengan
waktu penyelesaian selama 210 hari atau direncanakan selesai pada tanggal 9 juni 2020,
namun mengalami keterlambatan pada pelaksanaannya. Semua faktor tersebut dapat
berdampak besar terhadap waktu dan biaya pada proyek.
Pelaksanaan yang mengalami keterlambatan perlu dilakukan percepatan. Salah satu
metode percepatan yang dilakukan yaitu Metode Time Cost Trade Off dengan pengurangan
durasi proyek agar dapat mengejar prestasi yang tertinggal pada waktu-waktu sebelumnya
dengan melakukan analisis jaringan kerja berupa CPM. Data yang dibutuhkan dalam
penelitian ini adalah data sekunder berupa data time schedule, rencana anggaran biaya proyek
dan jumlah tenaga kerja setiap item pekerjaan. Analisis kemudian dilakukan untuk
mengetahui waktu dan biaya akibat percepatan dengan penambahan jam kerja dan
penambahan tenaga kerja, selanjutnya dicari perbandingan waktu dan biaya yang optimum
dari dua alternatif tersebut.
Dari perhitungan percepatan waktu dan biaya proyek dapat dibandingkan percepatan
penambahan jam kerja (lembur) dengan pengurangan durasi 29 hari (waktu penyelesaian
proyek proyek menjadi 181 hari) dan biaya 0,85% dari total biaya proyek normal, sedangkan
dengan penambahan tenaga kerja dengan pengurangan durasi 52 hari (waktu penyelesaian
proyek proyek menjadi 152 hari) tetapi ada penambahan biaya lebih besar 0,57% dari total
biaya proyek normal. Sehingga hasil crash yang optimum adalah dengan penambahan
tenaga kerja.