Abstract :
Masing-masing permukiman memiliki ketersediaan fasilitas yang
berbeda-beda antara satu kelurahan dengan yang lainnya . Permukiman yang
memiliki fasilitas tertinggi akan menjadi pusat pertumbuhan bagi wilayah
yang memiliki tingkat fasilitas yang kurang.
Alat analisis sistem pusat pelayanan permukiman di Kecamatan
Lowokwaru yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan
Skalogram Guttman dan Analisis Indeks Sentralitas Marshall. Teknik analisa
skalogram digunakan untuk mengethui pusat pelayanan berdasarkan jumlah
dan jenis fasilitas, wilayah dengan ranking tertinggi adalah wilayah yang
ditetapkan sebagai pusat pertumbuhan. Sedangkan analisa indeks Sentralitas
Marshall digunakan untuk menilai kemampuan dan hirarki pusat pelayanan.
Berdasarkan teori dan pemahaman tersebut kemudian dilakukan
analisa mengenai sistem pusat pelayanan permukiman di Kecamatan
Lowokwaru yang pada akhirnya memunculkan hirarki antar kelurahan.
Wilayah yang ditetapkan sebagai pusat pertumbuhan adalah Kelurahan
Jatimulyo, Kelurahan Merjosari, Kelurahan Tunjungsekar dan Kelurahan
Mojolangu. Sedangkan analisa kemampuan dan hirarki pusat pelayanan
yang tertinggi adalah pada Kelurahan Jatimulyo yang di tetapkan sebagai
orde I, dan Kelurahan Tasikmadu yang ditetapkan pada orde atau kelas
terendah. Berdasarkan radius pelayanan fasilitas wilayah dengan pusat
pelayanan fasilitas tertinggi adalah Kelurahan Jatimulyo, Kelurahan
Mojolangu, dan Kelurahan Dinoyo yang memiliki 84 sampai dengan 113
unit ketersediaan fasilitas pelayanan pada permukiman, yang dilalui oleh
122.380 sampai dengan 179.823 radius pelayanan fasilitas