Abstract :
Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) pada suatu perusahaan sangat penting, banyak kecelakaan industri terjadi karena kelalaian faktor risiko pada keselamatan dan kesehatan pekerja dan penduduk di dekatnya. Risiko terjadinya kecelakaan kerja menjadi perhatian utama di Perusahaan. Hal ini disebabkan oleh akibat-akibat yang terjadi pada kecelakaan kerja hingga konsekuensi yang mematikan dari kecelakaan ini. Hal tersebut menjadikan analisis risiko semakin penting, keselamatan dan Kesehatan kerja juga menjadi perhatian utama di seluruh dunia karena fakta bahwa risiko pekerjaan merupakan sumber utama bahaya.
Metode Analisa data yang digunakan adalah Analaytical Hierarchy Process (AHP) karena AHP mempunyai kelebihan dalam penetapan bobot masing-masing kriteria yang dilakukan secara obyekrif dari pada metode-metode lain.
Analaytical Hierarchy Process (AHP) menggunakan software Expert Choice version 11 terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 15 responden yang paham dan sudah ahli pada bidangnya. Setelah dilakukan Analisa data, diperoleh hasil tingkat risiko kecelakaan kerja pada proyek konstuksi tinggi. Faktor manusia menjadi faktor utama dalam kecelakaan kerja dengan tingkatan skala meninggal dan memiliki bobot 0.475(47.5%), tingkatan skala berat dengan faktor material mendapatkan bobot 0.180(18%), tingkatan skala sedang dengan faktor lingkungan mendapatkan bobot 0.179(17.9%) dan yang terakhir tingkat skala ringan dengan faktor peralatan mendapatkan bobot 0.167(16.7%). Kecelakaan kerja dapat diminimalisir dari skala tertinggi yaitu faktor manusia dengan meningkatkan kualitas keahlian pekerja dalam bidang pekerjaan masing-masing, dari faktor material dapat dibedakan atau dipilah dalam penempatan material yang sesuai, faktor lingkungan bisa dengan menambahkan rambu-rambu agar pekerja dapat memahami daerah rawan terjadinya kecelakaan kerja dan yang terakhir faktor peralatan dengan memperhatikan keamanan dari peralatan yang terawat dan memenuhi standart dalam melakukan pekerjaan.
Dalam menganalisis faktor kecelakaan kerja pada proyek konstruksi dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat mempermudah dalam menganalisis dan tingkat akurat yang sangat tinggi.