Abstract :
Beberapa tahun terakhir Indonesia berfokus pada pengembangan infrastruktur. Tidak
hanya berpusat pada Pulau Jawa saja, tapi juga menjangkau Pulau-Pulau lainnya. Salah satu
contohnya adalah kota Malang, kota Malang terkenal sebagai kota pendidikan dan kota wisata,
sehingga secara tidak langsung hal ini mendorong keadaan infrastruktur di kota ini cukup baik dan
lengkap. Jika ditinjau dari posisinya, kota Malang berada di kawasan selatan Pulau Jawa, sehingga
dapat dikategorikan sebagai wilayah rawan gempa karena letaknya tidak jauh dari Samudera
Hindia yang merupakan tempat bertemunya dua lempeng besar (Indo Australia - Eurasia) selain
itu, di kawasan selatan pulau Jawa juga tersebar patahan-patahan lempeng (Seismic gap) yang jelas
menimbun potensi gempa besar.
Sehubung dengan hal tersebut, untuk dapat meminimalisir kerugian infrastruktur dan
resiko korban jiwa akibat runtuhnya bangunan yang disebabkan oleh gempa, penulis melakukan
suatu studi perencanaan struktur tahan gempa pada Gedung Kantor PT. Jasa Tirta Malang 7 lantai
dengan desain sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) dan berfokus pada pendesainan
tulangan komponen struktur balok, kolom dan hubungan balok kolom (HBK) berdasarkan SNI
2847 2019. Untuk proses pemodelan dan analisa strukturnya menggunakan program bantu ETABS
2016 V.16.2.0.
Dengan sistem rangka momen khusus (SRPMK), diharapkan mempunyai ketahanan yang
kuat saat terjadi gempa dan komponen balok hancur terlebih dahulu dan memberikan waktu
plastisitas yang cukup sebelum runtuh (collapse) untuk faktor keamanan. Dalam mencapai kondisi
tersebut, maka pendetailan tulangan harus benar, terutama pada daerah sendi plastis.
Kata Kunci : Struktur Tahan Gempa, SRPMK, Pendetailan Tulangan, Balok, Kolom,
Hubungan Balok Kolom.