Abstract :
Dalam manajemen konstruksi, perencanaan, pelaksanaan, serta
pengendalian merupakan fungsi yang paling pokok dalam mewujudkan
keberhasilan proyek. Pengendalian proyek yang berskala besar dan cukup komplek
harus ditangani secara sistematis, terbuka dan komunikatif. Konsep nilai hasil
adalah salah satu cara mengetahui perkembangan proyekdengan membentuk tiga
indikator yaitu BCWS, BCWP dan ACWP. Keterlambatan penyimpangan dapat
diketahui dengan melihat CV dan SV. Dan dapat mengetahui prakiraan biaya
tersisa proyek (ETC) dan prakiraan biaya total proyek (EAC). Prosedur penelitian
ini adalah untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu serta menghitung prakiraan
biaya tersisa (ETC) dan prakiraan biaya total proyek (EAC) dalam waktu tertentu.
Hasil perhitungan yang didapat dengan menggunakan metode nilai hasil yaitu
pada kinerja biaya dalam proyek pembangunan Bendungan Keureuto mengalami
kelebihan biaya pada saat pelaksanaan proyek karena memiliki nilai CVpositif (+)
dan CPI > 1 yang menandakan biaya lebih kecil daripada pelaksanaan dan unuk
Kinerja waktu dalam proyek pembangunan Bendungan Keureuto untuk bulan mei
sampai juli memiliki nilai SV negatif (-) dan SPI > 1 yang menandakan
pelaksanaan terlambat. Prakiraan biaya tersisa proyek (ETC) pada pembangunan
Bendungan Keureuto yang telah di evaluasi dari bulan mei sampai bulan juli
didapatkan nilai sebesar Rp. 22.647.046.725 dan Prakiraan biaya total proyek
(EAC) pada pembangunan Bendungan Keureuto yang telah di evaluasi dari bulan
mei sampai juli didapatkan nilai sebesar Rp. 51.536.400.727