Abstract :
Jalan merupakan prasarana infrastruktur dasar yang dibutuhkan manusia untuk
dapat melakukan pergerakan dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dalamrangka
pemenuhan kebutuhan. Namun pada umumnya jalan di kota Kupang mengalami
kerusakan sebelum mencapai umur rencana. Salah satu faktor adalah pemadatan
yang kurang efektif mengakibatkan jalan mudah retak, terjadi bleadingdan jalan
menjadi mudahterkelupas.
Aspek yang dibutuhkan untuk menganalisis adanya pengaruh variasi jumlah
tumbukan terhadap pemadatan campuran lapis beton Asphalt Concrete-Wearing
Coarse adalah dengan melakukan pengujian Distribusi Student (T), pengujian
Distrubusi Fisher (F), dan uji Korelasi serta menganalisis hasil parameter Marshall
perkerasan jalan. Akan dibuat benda uji Marshall dengan menggunakan material
yang berasal dari desa Danurejo, Kecamatan Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Jawa
Timur dengan aspal penetrasi 60/70 ex pertamina sebagai bahan pembentuk
campuran beraspal panas. Setelah dilakukan pemeriksaan bahanselanjutnya dicari
komposisi agregat yang memenuhi syarat untuk campuran AC- WC sehingga
didapat komposisi aspal terbaik. Dengan komposisi kadar aspal terbaik dibuat benda
uji variasi jumlah tumbukan 2x55, 2x65, 2x75, 2x85, 2x95 tumbukan pada setiap
sisi benda uji kemudian di analisis hubungan antara variasi jumlah tumbukan
terhadap besaran-besaran Marshall.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pada campuran laston AC-WC
dengan KAO 5,98 terdapat pengaruh jumlah tumbukan ditentukan oleh nilai- nilai
karakteristik Marshall yaitu dengan nilai Stabilitas 963,83, Flow 3,31, VIM 4,09,
VMA 17,38, Marshall Quotient 276,43, VFA 76,37 dan rentang jumlah tumbukan
yang memenuhi spesifikasi pada jenis campuran AC-WC yaitu 66-85 kali dengan
jumlah tumbukan optimum berada pada tumbukan 76 kali.