DETAIL DOCUMENT
Studi Alternatif Perencanaan Gelagar Beton Prategang pada Struktur Atas Jembatan Trisula Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
IRMAWAN, HENDI DWI
Subject
Civil Engineering 
Datestamp
2022-02-03 01:50:34 
Abstract :
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu wilayah dengan wilayah lain yang terhalang jurang, sungai, maupun laut sehingga peneliti membuat perencanaan konstruksi yang mampu mempersingkat jarak tempuh pada suatu wilayah tersebut. Kontruksi yang ekonomis dan tahan terhadap cuaca ekstrim, membuat gelagar beton prategang menjadi alternatif untuk merencanakan struktur atas Jembatan di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Permasalahan yang ditinjau antara lain : (1) Berapa besar dimensi penampang gelagar beton prategang yang diperlukan ?, (2) Berapa jumlah dan diameter tendon yang diperlukan setiap gelagar ?, (3) Berapa diameter dan jumlah tulangan pada blok ujung ?, (4) Berapa dimensi dan jumlah tulangan balok diafragma ?, (5) Berapa besar lendutan yang terjadi pada gelagar beton prategang ?, (6) Bagaimana gambar hasil dari desain akhir dan analisa perhitungan ? Tujuan penulisan skripsi dangan merencanakan struktur atas Jembatan Trisula menggunakan PCI Girder yang akan dicapai adalah: (1) Mengetahui besar dimensi penampang gelagar beton prategang yang diperlukan, (2) Mengetahui jumlah dan diameter tendon yang diperlukan setiap gelagar, (3) Mengetahui diameter dan jumlah tulangan pada blok ujung, (4) Mengetahui dimensi dan jumlah tulangan balok diafragma, (5) Mengetahui besar lendutan yang terjadi pada gelagar beton prategang, (6) Mengetahui gambar hasil dari desain akhir dan analisa perhitungan. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa : (1) Dalam perencanaan Jembatan Trisula di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar diperoleh dimensi penampang dengan tinggi 265 cm dan lebar 80 cm, dengan luasan 12700 cm2, (2) Pada pembebanan gelagar didapat momen tertinggi sebesar 21143,07 kNm. Sehingga dipakai tendon VSL tipe dongkrak 31SC diameter tendon 12,5 dengan jumlah untaian 21 sebanyak 5 buah tendon yang ditempatkan didalam selongsong tendon sesuai dengan gambar dan jarak yang telah direncanakan, (3) Pada blok ujung didapat tulangan pecah ledak 27 D25, dan untuk tulangan pecah gumpal arah vertikal 16 D25 dan tulangan arah horizontal 46 D16, dipasang dalam dua lapis dengan mutu baja tulangan fy U - 390 Mpa, (4) Dari perencanaan balok diafragma didapat dimensi dengan tinggi balok 155 cm dan lebar 20 cm, jumlah tulangan sengkang D10 ? 150 mm dan tulangan utama 4 D 19 mm, dengan mutu baja tulangan fy U - 390 Mpa, (5) Dari analisa perhitungan didapat total lendutan komposit sebesar 3,9913 cm kebawah, hal ini menunjukkan masih dalam batas wajar karena bentang 40 m batas lendutan yang diijinkan 16,7 cm, (6) Dalam gambar hasil yang telah didesain sesuai dengan analisa perhitungan. 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang