Abstract :
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu wilayah
dengan wilayah lain yang terhalang jurang, sungai, maupun laut sehingga peneliti
membuat perencanaan konstruksi yang mampu mempersingkat jarak tempuh pada
suatu wilayah tersebut. Kontruksi yang ekonomis dan tahan terhadap cuaca ekstrim,
membuat gelagar beton prategang menjadi alternatif untuk merencanakan struktur
atas Jembatan di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.
Permasalahan yang ditinjau antara lain : (1) Berapa besar dimensi
penampang gelagar beton prategang yang diperlukan ?, (2) Berapa jumlah dan
diameter tendon yang diperlukan setiap gelagar ?, (3) Berapa diameter dan jumlah
tulangan pada blok ujung ?, (4) Berapa dimensi dan jumlah tulangan balok
diafragma ?, (5) Berapa besar lendutan yang terjadi pada gelagar beton prategang
?, (6) Bagaimana gambar hasil dari desain akhir dan analisa perhitungan ?
Tujuan penulisan skripsi dangan merencanakan struktur atas Jembatan
Trisula menggunakan PCI Girder yang akan dicapai adalah: (1) Mengetahui besar
dimensi penampang gelagar beton prategang yang diperlukan, (2) Mengetahui
jumlah dan diameter tendon yang diperlukan setiap gelagar, (3) Mengetahui
diameter dan jumlah tulangan pada blok ujung, (4) Mengetahui dimensi dan jumlah
tulangan balok diafragma, (5) Mengetahui besar lendutan yang terjadi pada gelagar
beton prategang, (6) Mengetahui gambar hasil dari desain akhir dan analisa
perhitungan.
Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa : (1) Dalam
perencanaan Jembatan Trisula di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
diperoleh dimensi penampang dengan tinggi 265 cm dan lebar 80 cm, dengan
luasan 12700 cm2, (2) Pada pembebanan gelagar didapat momen tertinggi sebesar
21143,07 kNm. Sehingga dipakai tendon VSL tipe dongkrak 31SC diameter tendon
12,5 dengan jumlah untaian 21 sebanyak 5 buah tendon yang ditempatkan didalam
selongsong tendon sesuai dengan gambar dan jarak yang telah direncanakan, (3)
Pada blok ujung didapat tulangan pecah ledak 27 D25, dan untuk tulangan pecah
gumpal arah vertikal 16 D25 dan tulangan arah horizontal 46 D16, dipasang dalam
dua lapis dengan mutu baja tulangan fy U - 390 Mpa, (4) Dari perencanaan balok
diafragma didapat dimensi dengan tinggi balok 155 cm dan lebar 20 cm, jumlah
tulangan sengkang D10 ? 150 mm dan tulangan utama 4 D 19 mm, dengan mutu
baja tulangan fy U - 390 Mpa, (5) Dari analisa perhitungan didapat total lendutan
komposit sebesar 3,9913 cm kebawah, hal ini menunjukkan masih dalam batas
wajar karena bentang 40 m batas lendutan yang diijinkan 16,7 cm, (6) Dalam
gambar hasil yang telah didesain sesuai dengan analisa perhitungan.