Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
ROGA, RAIMUNDUS RICHARDUS
Subject
Area Planing Engineering (PWK)
Datestamp
2019-03-06 02:01:28
Abstract :
Kata kunci : Struktur Tahan Gempa, SRPMK
Indonesia yang semakin rawan akan terjadinya gempa merupakan salah satu
pendorong para ilmuwan-ilmuwan sipil dalam mengeluarkan peraturan-peraturan baru dalam
perencanaan struktur agar tahan terhadap gaya akibat gempa. Struktur diharapkan mampu
memberikan kapasitas tertentu untuk tetap bertahan dan berprilaku daktail pada saat terjadi
gempa kuat.
SNI 2847-2013 dan SNI 1726-2012 yang merupakan peraturan baru dalam bidang
sipil memberikan sistem dan tata cara tersendiri dalam merencanakan struktur tahan gempa
dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Sehingga
peraturan ini sangat diperlukan sosialisasinya dalam masyarakat, baik dari kalangan
akademisi, konsultan maupun pelaksana agar apa yang diharapkan dalam standarisasi dapat
tercapai dengan baik.
Sehubungan dengan hal di atas, penulis mencoba merencanakan ulang Gedung DPRD
Kabupaten Ngada yang meliputi : balok, kolom, hubungan balok kolom. Dengan
menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) seperti yang terdapat
dalam SNI 2847-2013 dan SNI 1726-2012. Hal ini terkait karena selain bertempat di Bajawa
yang merupakan daerah gempa sedang juga karena struktur itu sendiri tergolong gedung
bertingkat tinggi sehingga dalam pelaksanaan harus direncanakan ketahanannya terhadap
gaya gempa. Sedangkan untuk analisa pembebanannya menggunakan Peraturan Pembebanan
Indonesia Untuk Gedung (PPIUG) 1987, untuk analisa statikanya menggunakan STAAD Pro
2004.
Dengan sistem ini struktur diharapkan mempunyai ketahanan yang kuat terhadap
momen khusus yang disebabkan oleh gaya gempa. Selain itu SRPMK juga mengharapkan
agar struktur mempunyai pola keruntuhan yang aman saat struktur tersebut harus runtuh,
yaitu diharapkan agar komponen baloknya hancur terlebih dahulu dari komponen lainnya
seperti kolom ataupun hubungan balok kolom. Sehingga sebelum runtuh struktur mampu
memberikan waktu plastisitas yang cukup untuk keamanan tersebut.
Untuk mencapai kondisi di atas diperlukan detail penulangan yang benar dan harus
diselesaikan dengan sistem yang ada terutama pada bagian sendi plastis yang kemungkinan
mengalami plastisitas terlebih dahulu apabila terjadi gempa kuat.