Abstract :
Kebutuhan akan aspal selalu meningkat seiring pertumbuhan pembangunan.
Oleh karena itu perlu upaya untuk mengurangi penggunaan aspal minyak dengan
tidak mengurangi kualitas campuran tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan
aspal alam yang berasal dari pulau buton Sulawesi Tenggara atau yang biasa disebut
Aspal Buton (Asbuton). Diharapkan pemanfaaatan ini bisa memaksimalkan
penggunaan Asbuton guna menaikan nilai ekonomis serta daya jual di tanah air.
Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa asbuton dapat digunakan
sebagai bahan untuk mengurangi penggunaan aspal minyak dalam campuran,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe dan kadar aspal yang terkandung
dalam asbuton, persentase nilai kadar aspal optimum pada ATB (Asphalt Treated
Base), serta persentase nilai maksimum penggunaan asbuton pada lapisan ATB
(Asphalt Treated Base)
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kadar aspal yang terkandung dalam
asbuton butir hasil ekstraksi sebesar 20,68% masuk dalam tipe B 50/30 sesuai
dengan spesifikasi KPUPR Direktorat Jendral Bina Marga Spesifikasi Umum 2018.
Untuk hasil pengujian marshall persentase nilai kadar aspal optimum pada
campuran ATB (Asphalt Treated Base) yaitu sebesar 5,43% dengan hasil uji
marshall : Stabilitas (1048,56 Kg), Flow (3,14 mm), VIM (4,05%), VMA (16,12%),
VFA (74,88%), MQ (332,93 Kg/mm). Dan diperoleh hasil pengujian marshall
persentase nilai maksimum penggunaan asbuton pada campuran ATB (Asphalt
Treated Base) terdapat pada kadar variasi asbuton 7,94% yang telah mencapai
persyaratan nilai maksimum pada VIM menurut spesifikasi DPU Bina Marga Prov.
Jatim 2018. Dengan hasil uji marshall : Stabilitas (1922,92 Kg), Flow (3,99 mm),
VIM (5,00%), VMA (16,88%), VFA (70,35%), MQ (483,70 Kg/mm).