DETAIL DOCUMENT
“STUDI PERBANDINGAN METODE BINA MARGA 2017 DAN AASHTO 1993 DALAM PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) PADA RUAS JALAN TOL SEKSI 4 BALIKPAPANSAMARINDA KALIMANTAN TIMUR (STA 10+000 – STA 13+000)”.
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Saputro, Wahyu tampan
Subject
Civil Engineering 
Datestamp
2022-02-03 01:53:12 
Abstract :
Perhitungan tebal perkerasan lentur dan rencana anggaran biaya pada ruas jalan tol seksi 4 Balikpapan ? Samarinda Kalimantan Timur STA 10+000 sampai STA 13+000 Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, dimana Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur sebagai daerah yang cukup memiliki pertumbuhan yang sangat pesat, maka harus ditunjang pula dengan dengan akses transportasi, Maka akan direncanakan perkerasan lentur menggunakan perbandingan antara metode Bina Marga SNI 2017 dengan metode AASHTO 1993. Pertama menggunakan metode Bina Marga SNI 2017 didapatkan tebal perkerasan untuk lapis permukaan (AC-WC) setebal 4 cm dan lapis (AC-BC) setebal 15,5 cm, untuk lapis pondasi atas (LPA CBR 80%) sebesar 15 cm. Untuk metode Bina Marga SNI 2017 total tebal perkerasan 34,5 cm dengan harga Rp. 32.110.138,176. Kedua menggunakan metode AASHTO 1993 didapatkan tebal perkerasan untuk lapis permukaan dengan lapis (AC-BC) setebal 5 cm, untuk lapis pondasi atas (LPA CBR 80%) sebesar 27 cm dan lapis pondasi bawah (LPB CBR 50%) sebesar 39 cm. Untuk metode AASHTO 1993 total tebal perkerasan 77 cm dengan harga Rp. 16.848.080,471. Maka dapat disimpulkan metode AASHTO 1993 lebih ekonomis daripada metode Bina Marga SNI 2017. Konstruksi jalan ini yang nantinya akan menjadi jalur transportasi yang mempermudah akses khususnya di provinsi Kalimantan Timur. 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang