Abstract :
Penutupan Pusat perbelanjaan Giant Sawojajar dan pembukaan pintu tol sawojajar dapat
berdampak terhadap kelancaran lalu lintas, dengan keadaan lalu lintas tersebut diharapkan dapat
membantu mengurai kemacetan lalu lintas di sekitar simpang Jalan Danau Toba dan simpang Jalan
Ranugrati. Dari perubahan tata guna lahan ini, maka perlu dilakukan suatu evaluasi untuk mengetahui
seberapa besar kinerja simpang akibat penutupan beroperasinya Giant Sawojajar Malang dan pembukaan
pintu Tol terhadap simpang Jalan Danau Toba dan simpang Jalan Ranugrati. Untuk mengetahui dampak
lalu lintas yang terjadi di daerah tersebut maka penulis tertarik melakukan ?Evaluasi Kinerja Simpang
Jalan Danau Toba dan Simpang Jalan Ranugrati? yang bertujuan untuk mengevaluasi kembali kinerja
dampak lalu lintas dan selanjutnya diimplementasikan terhadap permasalahan lalu lintas pada daerah
tersebut.
Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survey
langsung dilapangan selama 1 hari pengamatan berupa data geometrik jalan dan lokasi survey yaitu pada
Simpang Jalan Danau Toba dan Simpang Jalan Ranugrati. Survey dilakukan pada tanggal 17 juni 2020
dilakukan pada kondisi sesudah beroperasinya akses pintu tol Sawojajar. Sedangkan data sekunder
diperoleh dari data hasil penelitian terdahulu. Analisa dilakukan terhadap kinerja simpang bersinyal dan
alternatif perbaikan simpang sebagai dasar analisa digunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI)
2014.
Analisis kinerja simpang bersinyal pada simpang jalan Danau Toba diketahui kondisi eksisting
menunjukan hasil kurang baik. Arus lalu lintas tertinggi terdapat pada lengan Timur yaitu sebesar 1793
smp/jam dengan kapasitas 1109,7 smp/jam, derajat kejenuhannya (DJ) adalah 1,62 dan tundaannya (T)
mencapai 44,96 detik/smp. Hal serupa juga terjadi di simpang jalan Ranugrati dimana diketahui kondisi
eksisting menunjukan hasil kurang baik. Arus lalu lintas tertinggi terdapat pada lengan Timur yaitu
sebesar 2598 smp/jam dengan kapasitas 1027,98 smp/jam, derajat kejenuhannya (DJ) adalah 3,41 dan
tundaannya (T) mencapai 51,30 detik/smp. Untuk memperbaiki kinerja simpang bersinyal, dibuat
alternatif yaitu pengaturan ulang waktu siklus lampu lalu lintas. Setelah dilakukan analisis, alternatif
pemecahan masalah yang maksimal untuk simpang bersinyal Danau Toba dan simpang Ranugrati
diketahui kinerja persimpangan menjadi baik dikarenakan nilai derajat kejenuhan yang kecil yaitu 0,41
dan nilai Tundaan tertinggi sebesar 25,1 ? 40 dengan kategori cukup baik atau tingkat pelayanan D
sedangkan pada lengan lainnya menjadi lebih baik yaitu memiliki nilai tundaan < 5 dengan kategori
sangat baik atau tingkat pelayanannya menjadi A.