Abstract :
Kota Palangka Raya merupakan sebuah kota sekaligus ibu kota dari
Provinsi Kalimantan Tengah, hal inilah yang menyebabkan banyaknya sekolah
yang berdiri di kota Palangkaraya itu sendiri dimana berdasarkan peraturan Mentri
Perhubungan no 75 tahun 2015 yang mengatakan bahwa fasilitas pendidikan
Sekolah atau Universitas yang memiliki minimal 500 siswa atau bangunan dengan
50 siswa/waktu harus dilakukan analisis dampak lalu lintas yang menimbulkan
tarikan perjalanan yang berimplikasi pada peningkatan volume lalu lintas di waktu
tertentu sehingga diperlukan adanya kajian mengenai besarnya tarikan perjalanan
yang di timbulkan oleh beberapa sekolah tersebut dan memodelkan tarikan
perjalanan menuju sekolah tersebut.
Pada studi Permodelan Tarikan pergerakan ini dilakukan menggunakan
metode analisis regresi linier berganda dimana pengambilan Data Primer diperoleh
dari hasil survei tarikan perjalanan selama 3 hari, sedangkan data sekunder
diperoleh dari sekolah itu sendiri berupa data luas total lahan, luas lantai, luas areal
parkir, jumlah ruang kelas, jumlah siswa, jumlah guru dan karyawan, serta jumlah
fasilitas pendukung.
Dari hasil studi didapat data pengunjung yang menuju kesetiap sekolah dimana
SMAN 1 sebesar 1400, SMAN 2 sebesar 1198 dan SMKN 2 sebesar 921 dengan
Jam puncak kedatangan terjadi mulai jam 06:00 ? 08:30 sedangkan pada jam
pulang terjadi mulai dari jam 13:45 - 15:30. Dari hasil analisi regresi berganda
diperoleh bahwa variabel bebas yang berpengaruh terhadap tarikan perjalanan
hanya variabel jumlah ruang kelas (X2) dimana model tarikan perjalanan yang
didapat yaitu Y = -112,461 + 32,80X2 (r = 0.97). Model tersebut bisa dipakai
untuk memprediksi jumlah tarikan yang akan tertarik kesuatu sekolah baru,
dengan menggunakan pendekatan berupa luasan sekolah.