Abstract :
Kota Samarinda adalah Ibu kota provinsi Kalimantan Timur, juga
merupakan kota padat di Kalimantan Timur selain kota Balikpapan ataupun kota
Bontang. Kota Samarinda memiliki wilayah sekitar 718 km2, samarinda memliki
penduduk sekitar 858 ribu jiwa yang merupakan kota dengan salah satu penduduk
terbanyak di seluruh pulau Kalimantan. Kota Samarinda juga menjadi pusat
pemerintahan provinsi Kalimantan Timur dan menjadi pusat pendidikan yang setiap
tahunnya membawa mahsiswa baru dari luar Kota Samarinda. Akibatnya kota ini
mengalami permasalahan yaitu aktivitas penduduknya dalam berlalu lintas.
Semakin pesatnya aktivitas berlalu lintas dapat menimbulkan kemacetan. Pada
persimpangan ini terdapat 4 sekolah yang berdekatan dan juga beberapa kantor
pemerintahan ataupun swasta yang akan terjadi penambahan volume kendaraan
yang melewati simpang tersebut.
Untuk meningkatkan kinerja simpang tersebut perlu dilakukan analisis dan
evaluasi kinerja pada simpang tersebut sehingga didapat alternatif untuk
permasalahan simpang dengan menggunakan pedoman PKJI 2014. Analisis dan
evaluasi yang dilakukan berdasarkan PKJI 2014.Hasil analisis kinerja simpang
eksisting dengan PKJI 2014 didapat derajat kejenuhan maksimum terjadi pada jam
puncak sore yaitu sebesar 1,380 > 0,85. antrian maksimum yaitu sebesar 193 m
pada sore hari. Dan tundaan rata ? rata adalah sebesar 76.231 det/skr dengan tingkat
pelayanan F.
Alternatif yang dipilih untuk permasalahan Simpang ini adalah dengan
perubahan fase dari 4 ke 2 fase. Alternatif ini mendapatkan nilai derajat kejenuhan
maksimum sebesar 0,705 < 0,85, Tundaan maksimum rata - rata sebesar 14.747
det/skr dengan tingkat pelayanan B, dan panjang antrian maksimum yaitu sebesar
45 m.